Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 02:56 WIB

Bea Cukai Nanga Badau Tertibkan Kartu Lintas Batas

Rabu, 17 Januari 2018 | 16:55 WIB

Berita Terkait

Bea Cukai Nanga Badau Tertibkan Kartu Lintas Batas
(Foto: Istimewa)

INILACOM, Nanga Badau - Mengawali 2018, Bea Cukai Nanga Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat memberlakukan program penertiban Kartu Identitas Lintas Batas (KILB). Program ini merupakan penjabaran dari Nawa Cita Presiden Jokowi yang keenam yaitu membangun Indonesia dari perbatasan.

KILB adalah kartu yang dikeluarkan oleh kantor pabean yang membawahi pos pemeriksaan lintas batas (PPLB) yang diberikan kepada pelintas batas, setelah dipenuhi persyaratan tertentu. Setiap pelintas batas yang membawa barang impor wajib memiliki KILB yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pabean yang mengawasi PPLB atas permohonan pelintas batas.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan KILB, pelintas batas harus mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Pabean dengan melampirkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk dan fotokopi Pas Lintas Batas yang ditandasahkan oleh pejabat yang berwenang.

"Jangan sampai perbatasan ini sudah dibangun dengan bagus, jalan juga sudah mulus, malah membuat arus barang impor dari negara tetangga tidak terbendung, tentunya ini merugikan bagi Indonesia. Selama ini serbuan produk dari Malaysia cukup meresahkan dan membuat produk dalam negeri susah bersaing di pasaran," ujar Bea Cukai Nanga Badau, I Putu Alit Ari Sudarsono, Rabu (17/1/2018).

Berdasarkan pantauan di lapangan, di hari pertama penertiban, yaitu Senin (15/1/2018) terjadi penurunan aktivitas warga yang melintasi PLBN Badau. Namun warga pelintas batas dapat mengikuti ketentuan yang diberlakukan yaitu menunjukkan KILB masing-masing pada saat melintasi perbatasan.

"Ini sangat menggembirakan, saya sangat bangga dengan masyarakat Badau dan sekitarnya, dan perlu diapresiasi, ini menandakan bahwa masyarakat di sekitar perbatasan adalah masyarakat yang patuh pada aturan dan mempunyai komitmen yang tinggi terhadap program Presiden kita," jelasnya.

Dengan dijalankannya program ini, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap barang-barang dari Malaysia dan merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah perbatasan yang berujung pada kesejahteraan masing masing pribadi dalam kehidupan masyarakat perbatasan. [*]

Komentar

x