Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Mei 2018 | 17:18 WIB
 

Surplus Neraca Dagang dan Cara Pandang Darmin

Oleh : - | Kamis, 18 Januari 2018 | 02:39 WIB
Surplus Neraca Dagang dan Cara Pandang Darmin
Menko Perekonomian, Darmin Nasution - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menko Perekonomian, Darmin Nasution, bilang, kinerja sektor perdagangan nasional membaik dan tercatat surplus. Terpengaruh pulihnya perekonomian global.

"Kalau ekonomi dunia membaik, perdagangan juga membaik. Tapi, kalau ekonomi dunia tidak membaik, perdagangan juga tidak akan membaik," kata Darmin di Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Darmin menambahkan, momentum pulihnya perekonomian dunia, harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja ekspor yang berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi sejak awal 2017.

Mengenai neraca perdagangan pada Desember 2017 yang menghasilkan defisit, Darmin tidak terlalu mengkhawatirkan. Karena, defisit lebih banyak dipengaruhi sektor migas. "Defisit lebih banyak urusannya karena migas, apa dia akan naik terus sendiri, belum tahu kita," ujar mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2017 mengalami defisit US$0,27 miliar. Dipantik defisit sektor migas US$1,04 miliar. Namun, neraca perdagangan sektor nonmigas mengalami surplus US$0,77 miliar.

Dari sisi volume perdagangan, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus 34,03 juta ton pada Desember 2017. Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca sektor nonmigas 34,90 juta ton. Namun, neraca volume perdagangan sektor migas defisit 0,87 juta ton.

Meski pada Desember terjadi defisit, namun secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia pada 2017 mengalami surplus US$11,84 miliar ketimbang total surplus 2016 sebesar US$9,53 miliar.

Surplus neraca perdagangan itu dipengaruhi oleh surplus sektor non migas sebesar US$20 miliar, meski terdapat defisit sebesar US$8,56 miliar di sektor migas.

Surplus neraca perdagangan pada 2017, menunjukkan level tertinggi sejak 2013 dan 2014 yang mengalami defisit. Tahun berikutnya yakni 2015 dan 2016 terjadi surplus.

Neraca perdagangan Indonesia surplus terhadap tiga negara, yakni India, Amerika Serikat dan Belanda, sedangkan defisit terjadi pada Tiongkok, Thailand dan Australia. [tar]

Komentar

 
x