Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 September 2018 | 05:20 WIB

PT Len Bangun PLTS di Ruas Bakauheni-Terbanggi

Oleh : Uji Sukma Medianti | Minggu, 21 Januari 2018 | 16:05 WIB

Berita Terkait

PT Len Bangun PLTS di Ruas Bakauheni-Terbanggi
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Len Industri (Persero) bersama PT Hutama Karya (Persero) membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Lokasi Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni Terbanggi Besar, Lampung yang diresmikan oleh Presiden Jokowi hari ini, Minggu (21/01/2018).

PLTS di tol Trans Sumatera ini, tepatnya dibangun di area gerbang tol Bakauheuni Selatan yang memiliki kapasitas 46 kWpsystem on gridyang dilengkapibatteryyang akan memasok listrik untuk gerbang tol dan kantor operasional pengelola jalan tol.

"Kita bersinergi sesama BUMN di Lampung,PLTS ini ditujukan untuk penghematan dan pemanfaatan energi ramah lingkungan. PLTS ini mampu memberikan penghematan 20%-50% tagihan listrik.," kata Zaky Gamal Yasin, Direktur Utama Len Industri di Lokasi Peresmian Jalan Tol Bakauheni, Lampung, Minggu (21/01/2018).

PLTS sudah menjadi prioritas pembangkit listrik di dunia dan digunakan dalam banyak fasilitas diantaranya perumahan, bandara, daerah wisata, pelabuhan, termasuk jalan tol serta digunakan oleh perusahan penyedia listrik menjadi salah satu sumber listrik terbaru yang efisien.

"Hutama Karya akan memanfaatkan lahan sekitar sepanjang tol untuk PLTS, jaringan Gas, Perkebunan, dan Telekomunikasi. PLTS merupakan energi terbarukan (energi masa depan) yang sekaligus dapat digunakan sebagai efisiensi dan cadangan energi, kami senang bisa bekerjasama dengan Len membangun PLTS dan memaksimalkan potensi yang ada di sekitar jalan tol" ujar I Gusti Ngurah Putra, Direktur Utama Hutama Karya.

"Setelah investasi, membangun dan mengoperasikan PLTS di Kupang tahun 2015 dengan kapasitas 5 MW yang juga terbesar di Indonesia, Len akan terus eksis mengembangkan konsep energi terbarukan dengan PLTS untuk memperkecil ketergantungan pada energi fosil dengan memanfaatkan semaksimal mungkin material yang tersedia di Indonesia.Dengan demikian pencapaian listrik sebesar 35.000 MW cepat tercapai sesuai dengan kebijakan pemerintah"tambah Zaky. [jin]

Komentar

x