Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 19:56 WIB

Meneropong Investasi Properti di Bali

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 22 Januari 2018 | 18:04 WIB

Berita Terkait

Meneropong Investasi Properti di Bali
(Foto: AKI Group)

INILAHCOM, Serpong - PT Anugerah Kasih Satu (AKS), salah satu anak usaha PT Anugerah Kasih Investama (AKI) Group yang sedang mengembangkan resort premium, Tavisamira Beach Club & Resort di Bali menawarkan promo, "Beli Vila Tepi Pantai Sekarang, 3 Tahun Uang Kembali, Vila Tetap Dimiliki".

Tavisamira merupakan, vila premium yang pembangunannya menggabungkan, resort, (beach) club, dan wedding chapel yang dibangun persis di bibir Pantai Pasut, Tanah Lot, Bali dan dijual mulai dari Rp4,5 miliar.

Tavisamira Resort dibangun di atas lahan 1,4 hektar, terdiri dari 40 unit dengan ukuran 8x17 meter sebanyak 32 unit dan 16x17 meter sebanyak 6 unit. Khusus 2 unit terbaik, resort ini langsung memiliki view pantai, laut dan sunset di sore hari.

Harga Tavisamira saat ini masih sangat terjangkau bila dibanding harga vila atau resort di lokasi yang sama, dimana harganya rata-rata di atas Rp10 miliar.

Hans Herwin, Sales & Marketing Director PT AKS mengatakan, saat ini Bali masih menjadi primadona untuk berinvestasi di sektor properti, khususnya resort/vila. Pasalnya, perkembangan sektor pariwisata di Pulau Dewata ini turut mendongkrak prospek bisnis properti.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada bulan September 2017 mencapai 550.520 kunjungan, dengan wisman yang datang melalui bandara sebanyak 550.238 kunjungan, dan yang melalui pelabuhan laut sebesar 282 kunjungan.

Hans menjelaskan, jumlah wisman ke Bali pada bulan September 2017 naik sebesar 23,51 persen dibandingkan dengan catatan bulan September 2016. Bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah wisman ke Bali tercatat mengalami penurunan sebesar 8,53 persen.

Menurut kebangsaan, wisman yang tercatat paling banyak datang ke Bali pada bulan September 2017 adalah wisman dengan kebangsaan Tiongkok, Australia, Jepang, Inggris, dan India dengan persentase masing-masing sebesar 23,48 persen, 18,91 persen, 5,66 persen, 4,78 persen, dan 4,47 persen.

Namun demikian, lanjut Hans, pasar properti di Bali tersebut bukanlah masyarakat Bali, tetapi berasal dari berbagai pelosok wilayah Indonesia, yang ingin berinvestasi di Bali atau hanya menjadikan vilanya sebagai tempat berlibur.

"Untuk menggaet minat investor dan endsuser, selain menawarkan promo Beli Vila Uang Kembali, kami juga memiliki promo: Cara Bayar Rp 7 Jutaan per Bulan, dan Bisa Bayar Saat Jadi," kata Hans, di Serpong, Senin (22/1/2018).

Hans mengungkapkan, selain promo tersebut, pihaknya juga menjamin bahwa vila tepi pantai ini sudah ada penyewa selama 5 tahun sejak operasional. Artinya, para pemiliknya pasti mendapatkan profit pendapatan sewa bahkan sebelum lunas. Break event point / BEP (titik inpas) diproyeksi kurang dari 9 tahun.

Selama ini, resort / vila di Bali hanya menawarkan keindahan pantai Bali. Hal itu tidak salah, menurut Hans, lantan Bali memang sangat identik dengan wisata pantai.

Namun, Tavisamira ini selain dibangun persis di bibir pantai, juga menawarkan beach club dan wedding chapel yang dibangun di dalam kompleks resort.

"Penambahan club ini, karena banyak wisatawan yang usia muda (millenials) yang mencari clubsebagai tempat hiburan setelah berlibur di pantai. Di Tavisamira ini, penghuni tidak perlu keluar lagi, karena bisa menikmati langsung keindahan pantai, sekaligus club," ucap dia. [jin]

Komentar

x