Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 17:17 WIB

Soal Shutdown AS, Ini Kata Menko Darmin

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 22 Januari 2018 | 19:45 WIB
Soal Shutdown AS, Ini Kata Menko Darmin
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution belum mau berkomentar terkait 'mogoknya' pemerintahan Amerika Serikat (AS) pasca pengajuan anggaran operasional gagal disepakati oleh anggota Senat.

"Saya belum (mau) komen dulu," kata Darmin di Gedung BI, Jakarta, Senin (22/1/2018).

Saat ini pemerintah AS melakukan shutdown setelah pengajuan anggaran operasional gagal disepakati oleh Senat. Usulan pengajuan anggaran itu wajib mendapatkan minimal 60 suara di Senat yang dihuni oleh Partai Republik dan Demokrat, usulan pengajuan anggaran tersebut baru 50 suara.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira saat dihubungi INILAHCOM, mengatakan jika shutdown pemerintah AS berlangsung lama akan menyebabkan kinerja perdagangan antara Indonesia dan AS terganggu.

"Secara spesifik jika shutdown berlangsung cukup lama kinerja perdagangan Indonesia ke AS berpotensi terganggu," kata Bhima.

Bhima bilang jika penutupan pemerintahan ini berlangsung lebih dari 2 minggu sudah cukup 'me-warning' kegiatan ekspor Indonesia untuk tahun ini. "Sehingga kinerja ekspor Indonesia sepanjang 2018 berpotensi menurun.

Berdasarkan data BPS di tahun 2017, porsi ekspor Indonesia ke AS mencapai 11,2% dari total ekspor atau senilai US$17,1 miliar.

"Pemerintah didesak untuk mempersiapkan mitigasi resiko salah satunya dengan memperluas pasar ekspor ke negara alternatif sehingga ketergantungan terhadap AS berkurang," katanya.

Sementara itu dampak dari sisi investasi sepanjang Januari-September 2017 berdasar data BPKM, realisasi investasi AS di Indonesia berada di peringkat ke 4 sebesar US$1,53 miliar atau naik US$1,1 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. "Tren positif investasi AS pada tahun 2018 bisa terkoreksi akibat terjadinya shutdown, ditambah adanya reformasi kebijakan AS yang mulai berlaku efektif," tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, Bhima menyarankan pemerintah perlu terus melanjutkan reformasi investasi khususnya percepatan perizinan, deregulasi dan evaluasi insentif fiskal. "Harapannya efek negatif investasi AS yang berkurang bisa di off-set oleh kenaikan investasi dari negara lainnya," kata Bhima. [hid]

Komentar

x