Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 23:06 WIB

Larangan Penenggelaman Kapal

Nyali Menteri Susi tak Pernah Tenggelam

Oleh : - | Selasa, 23 Januari 2018 | 00:39 WIB
Nyali Menteri Susi tak Pernah Tenggelam
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Asal tahu aja, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tak pernah jerih untuk mengenggelamkan kapal asing yang terbukti mencuri ikan (illegal fishing).

"Tidak ada ketakutan saya untuk mengeksekusi apa yang sudah diamanatkan oleh UU," kata Menteri Susi dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR, Jakarta, Senin (22/1/2018).

Diakui Susi, hampir semua kapal ikan yang terbukti mencuri, ditenggelamkan. Kapal tersebut sudah melewati proses pengadilan serta mendapatkan putusan yang bersifat mengikat alias inckracht.

Selain itu, ujar dia, penenggelaman kapal juga bermanfaat bagi stok ikan yang ditangkap nelayan karena kapal yang karam dapat menjadi rumpon atau rumah ikan.

Sebelumnya, pengamat sektor perikanan Abdul Halim menyebut Menteri Susi seharusnya naik kelas. Tidak lagi fokus kepada penenggelaman kapal, tetapi mulai berorientasi kepada pembenahan ekonomi secara keseluruhan.

"Sudah waktunya Menteri Kelautan dan Perikanan naik kelas, dari pandai menenggelamkan kapal menjadi sanggup membangun ekonomi perikanan nasional," kata Halim.

Pandangan senada disampaikan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), bahwa penenggelaman kapal tidak efektif dalam menekan praktik illegal fishing.

"Penenggelamaan kapal yang dilakukan pemerintah tidak efektif untuk menekan pencurian ikan. Penenggelaman kapal tidak menjadi kewajiban yang diperintahkan oleh undang-undang tetapi merupakan pilihan tindakan," kata Ketua DPP KNTI, Marthin Hadiwinata.

Kata Marthin, kapal yang dirampas tidak serta merta harus juga ditenggelamkan tetapi dapat dilelang atau dihibahkan kepada kelompok nelayan melalui koperasi perikanan.

Sedangkan Ketua Komisi IV DPR, Edhy Prabowo mendukung kebijakan penenggelaman kapal maling ikan yang beraksi di perairan NKRI. "Kami tegaskan bahwa Komisi IV tetap mendukung kebijakan penenggelaman kapal asing yang memasuki wilayah Indonesia dan mencuri kekayaan alam Indonesia," kata Edhy. [tar]

Komentar

x