Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 26 Mei 2018 | 07:08 WIB
 

Harga Karet Terus Merosot, Para Menteri Putar Otak

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 23 Januari 2018 | 01:39 WIB
Harga Karet Terus Merosot, Para Menteri Putar Otak
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Agar petani karet tidak tekor-tekor banget, lantaran harga terus merosot, pemerintah terus mencari solusinya.

Nah, salah satu cara yang bakal dijalankan adalah memborong karet sebagai bahan campuran aspal dalam pengerjaan proyek jalan. Gagasan yang bukan barang baru ini, mengemuka dalam rapat koordinasi (rakor) yang dipimpin Menko Perekonomian, Darmin Nasution dengan sejumlah pejabat kementerian terkait di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (22/1/2018).

"PU (Kementerian PUPR) diminta pemikirannya. Ini kita sudah bicara setahun, dua tahun lalu kita sudah melakukan uji coba. Bahwa karet alam itu bisa digunakan untuk meningkatkan kinerja aspal jalan," kata Kepala Balitbang Kementerian PUPR, Dannis Hidayat Sumadilaga usai rakor.

Tak hanya itu, Dannis bilang, inovasi yang ditemukan Kementerian PUPR adalah pemanfaatan karet untuk pembuatan pintu-pintu irigasi.

"Selama ini kan pintu irigasi tersier ada besinya, ada plat yang biasanya dari baja. Itu kita ubah jadi lembaran karet. Itu ternyata dilihat harganya lebih murah dan pemeliharan lebih mudah dan aman karena bukan besi," kata Dannis.

Meski rekomendasi sudah disampaikan dalam rakor, Dannis mengatakan, masih perlu dukungan dari kalangan industri. Pasalnya, penggunaan karet untuk aspal dan pintu irigasi, tidak bisa dalam bentuk mentah. Artinya masih perlu proses yang memerlukan kerja sama dengan industri.

"Jadi kita perlu dukungan dari industri, memproses dari mentah menjadi lembar-lembar bisa digunakan untuk itu." ujarnya.

Sementara, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Mohammad Alwi mengatakan, inovasi yang bisa dilakukan kementeriannya adalah memanfaatkan karet untuk mendukung kegiatan transportasi. Misalnya, memanfaatkan karet sebagai sandaran kapal di dermaga.

"Contohnya di dermaga buat fender untuk sandar kapal tidak kena beton dan ombak. Untuk kendaaran juga karet semua, kereta buat peredam dan sebagainya," kata Alwi. [ipe]

Komentar

 
x