Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 20 Februari 2018 | 08:52 WIB
 

Menkeui Yakin di Tahun 2018, Ini Andalannya

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 23 Januari 2018 | 14:33 WIB
Menkeui Yakin di Tahun 2018, Ini Andalannya
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memandang optimistis untuk tahun 2018, dirinya mengaku jajaranya telah siap untuk menggenjot target-target asumsi makro yang sudah dicanangkan dalam APBN 2018.

"Fokus kita bagaimana mencapai penerimaan negara tanpa membuat ekonomi tertahan dan mengalami tekanan," kata Sri Mulyani di Kantornya, Selasa (23/1/2018).

Dirinya juga bilang akan membuat belanja negara makin efektif dan efisien, asumsinya makin baik dengan mengoptimalkan peran swasta dalam mendukung pendanaan pembangunan infrastruktur. "Bagaimana memobilisasi pendanaan dari swasata dalam mendukung kegiatan pembangunan infrastruktur," katanya.

Dia bilang keoptimisan tersebut ditambah dengan hasil penilaian Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang menyebut stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan tetap terkendali untuk mendukung momentum pertumbuhan ekonomi.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan kondisi tersebut ditandai dengan tingkat inflasi yang rendah sesuai target, neraca transaksi berjalan pada tingkat yang sehat, aliran modal asing stabil, cadangan devisa menguat, kebijakan fiskal dengan defisit primary balance yang rendah dan nilai tukar rupiah yang terjaga.

Adapun, bauran kebijakan tersebut, Kemenkeu, Bank Indonesia, OJK, dan LPS akan berkontribusi dengan masing-masing kebijakannya agar ekonomi Indonesia makin merata.

Pemerintah juga akan mendorong kebijakan yang menciptakan 'value for money' untuk mengelola pendanaan pembangunan oleh swasta.

Ke depannya, KSSK mencermati sejumlah tantangan yang dapat memengaruhi stabilitas sistem keuangan baik dari eksternal dan domestik.

Dari eksternal, KSSK mencermati rencana lanjut Fed Fund Rates dan normalisasi neraca bank sentral AS, normalisasi moneter negara maju dan moderasi pertumbuhan China serta dinamika konflik geopolitik.

Dari domestik, tantangan yang dicermati adalah harga minyak dunia terhadap subsidi dan inflasi, persepsi pasar terhadap kondisi politik menjelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019, serta perkembangan mata uang virtual atau cryptocurrency. [hid]

Komentar

 
Embed Widget

x