Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 20 Februari 2018 | 08:53 WIB
 

Pesawat Garuda Sering Delay karena Salah Sendiri

Oleh : - | Rabu, 24 Januari 2018 | 06:09 WIB
Pesawat Garuda Sering Delay karena Salah Sendiri
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Asosiasi Pilot Garuda (APG) mengeluhkan sistem baru terkait pengaturan dan pergantian jadwal kerja. Aturan ini dinilai mengganggu operasional sehingga sering terjadi penundaan keberangkatan pesawat alias delay.

Presiden APG, Bintang Hardiono, menyampaikan, dampak dari perpindahan dari sistem lama yang menggunakan Crewlink menjadi Sabre pada 2 Desember lalu, bertepatan dengan peak season (puncak liburan), mengakibatkan banyak pesawat harus mengalami delay. Alhasil, kepercayaan konsumen terhadap Garuda langsung tergerus.

"Kami merasa malu terhadap pelayanan penumpang. Ujung dari permasalahan ketika Garuda terjadi delay pada Desember. Itu membuat kami seluruh penerbang merasa resah," kata Bintang di Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Bintang mengatakan, seharusnya perpindahan sistem pengaturan jadwal kerja kru tidak dilakukan saat peak season, melainkan low season. Sehingga tidak berdampak pada kualitas layanan Garuda. Selain itu, Garuda perlu menyiapkan rencana cadangan jika sistem baru mulai mengganggu kegiatan operasional.

Menurut dia, kesalahan dalam pengelolaan awak pesawat tersebut terjadi salah satunya karena posisi direksi di tubuh perusahaan tersebut bukan berasal dari direksi profesional yang berasal dari kalangan internal Garuda.

"Garuda ini dikelola oleh orang yang tidak tahu `airline business` akhirnya tidak bisa mengelola SDM dengan baik. Kalau orang Garuda yang tahu masalah penerbangan, mungkin tidak seperti ini," ungkapnya.

Ada pun sistem Sabre diklaim dapat menyempurnakan pelacakan pesawat, kontrol dan pencegahan gangguan serta operasi manajemen awak kabin.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Serikat Pekerja Garuda Indonesia (Sekarga), Ahmad Irfan menjelaskan, sistem Sabre tersebut justru belum sempurna untuk dioperasikan.

"Sistem ini ternyata belum sempurna. Kalau sistem lama, penerbangannya `cancel` maka krunya terlihat tidak bergerak. Ini pesawatnya tidak bergerak, krunya bergerak sehingga jadwalnya berantakan," kata Ahmad. [tar]

Komentar

 
x