Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 09:20 WIB

Angka Impor Garam Berbeda, Darmin Bilang Begini

Rabu, 24 Januari 2018 | 09:39 WIB

Berita Terkait

Angka Impor Garam Berbeda, Darmin Bilang Begini
Menko Perekonomian Darmin Nasution - (Foto: inilahcom/Fadil Dj)

INILAHCOM, Jakarta - Menko Perekonomian Darmin Nasution, mengatakan, keputusan impor 3,7 juta ton garam industri sudah sesuai kebutuhan yang mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS).

Ditemui di kompleks Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa malam (23/1/2018), Darmin mengatakan, pengambilan keputusan kebutuhan impor tersebut melibatkan antara lain Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan BPS.

"KKP bilang kebutuhannya 2,2 juta ton, tapi Kemenperin bilang 3,7 juta ton dan ada rinciannya. Saya tanya ke KKP, kebutuhan 2,2 juta ton bagaimana rinciannya? Ternyata dari BPS. Lalu saya tanya BPS angkanya berapa sebetulnya? Ternyata sebetulnya angkanya 3,7 juta ton," kata Darmin.

Pemerintah telah menyatakan siap mengimpor 3,7 juta ton garam industri untuk memenuhi kebutuhan. Beberapa industri yang memerlukan garam tersebut antara lain sektor farmasi dan petrokimia.

"Kalau soal impornya itu sudah diputuskan dalam rapat di kantor (Kemenko) Maritim dan kantor Wakil Presiden. Di Kemenko Perekonomian itu keputusan berapanya. Jadi kalau soal keputusan impor sudah dari sebelum-sebelumnya," ucap Darmin.

Ia menjamin impor garam industri tidak akan mengganggu produksi garam lokal karena komoditas dalam negeri hanya digunakan untuk konsumsi dan industri pengasinan ikan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menyatakan, impor garam sebanyak 3,7 juta ton, tidak sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR, Senin (22/1), Susi mengatakan, impor garam tersebut tidak mengindahkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh KKP.

Rekomendasi yang dikeluarkan KKP untuk impor garam adalah 2,17 juta ton, yang kerap dibulatkan berbagai pihak menjadi 2,2 juta ton. Angka tersebut dinilainya telah melalui investigasi terkait produksi petani garam.

Susi menginginkan berbagai pihak agar jangan sampai mempolitisasi permasalahan impor garam. [tar]

Komentar

x