Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 07:02 WIB

Menkeu Era SBY Ingatkan Jokowi Soal Arah Ekonomi

Sabtu, 27 Januari 2018 | 04:19 WIB

Berita Terkait

Menkeu Era SBY Ingatkan Jokowi Soal Arah Ekonomi
Mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom UI yang juga mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri bilang, sudah waktunya beralih dari basis komoditas sumber daya alam ke manufaktur.

"Sekarang kita tidak bisa terlalu menikmati kenaikan pertumbuhan global yang cukup besar, termasuk juga perbaikan ekonomi di Amerika Serikat, karena negara yang bisa menikmati hal tersebut adalah yang ekonominya berbasis manufaktur," kata Chatib dalam peluncuran Biro Ekonomi dan Riset (Indonesia Bureau of Economic Research/IBER) di Jakarta, Jumat (26/1/2018).

Chatib menjelaskan, andil dari ekspor ke produk domestik bruto (PDB)Indonesia sebesar 25%. Dan, sebagian besar ekspor adalah energi dan komoditas.

Menunjukkan, produk Indonesia sangat bergantung kepada harga di tingkat global. Misalnya, ketika harga batubara atau minyak sawit naik, maka ekonomi Indonesia ikut naik. Seperti pernah terjadi pada 2002 hingga 2012.

"Namun begitu harganya kolaps, ekonomi Indonesia juga menurun. Itu pula yang menjelaskan mengapa pertumbuhan ekonomi Singapura pada kuartal III-2017 bisa 5,2 persen (year on year/yoy). Atau Malaysia 6,2 persen (yoy)," kata Chatib.

Chatib menjelasan, Indonesia tidak turut menikmati bertumbuhnya ekonomi dunia, lantaran basis ekonominya bukan manufaktur.

Meski begitu, dia bilang, Indonesia sedang menuju ke arah tersebut. Untuk mencapainya, memang memerlukan waktu. "Kalau mau dorong lagi pertumbuhan ke sana, maka kita harus lari kepada manufacturing-based. Dan itu tidak akan mungkin terjadi seketika," kata dia.

Untuk mendukung ekonomi yang berbasis manufaktur, kata Chatib, daya beli masyarakat perlu diperkuat. Dalam jangka pendek, pemerintah harus mendorong masyarakat yang memiliki kemampuan untuk belanja.

"Orang miskin bisa belanja kalau dapat uang, apakah caranya melalui bantuan langsung tunai, program keluarga harapan, atau cash for work, pokoknya dia diberi uang. Segala macam program seperti itulah yang menolong (daya beli)," ucap Chatib.[tar]

Komentar

x