Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 Februari 2018 | 10:48 WIB
 

Borong 51% Saham Freeport, Inalum Berikan Syarat

Oleh : - | Selasa, 30 Januari 2018 | 04:09 WIB
Borong 51% Saham Freeport, Inalum Berikan Syarat
Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah memastikan akan mengambil alih 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI/Freeport). Tapi harus melibatkan pihak lain. Lho?

Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin mengatakan hal itu di Kompleks DPR, Jakarta, Senin (29/1/208). "Jangan khawatir pasti kita ambil alih, karena intinya kita sudah diberi mandat. Saat ini valuasi sedang berlangsung, tinggal bagaimana proses pengambilalihannya saja," kata Budi.

Menurut Budi, proses pengambilalihan saham Freeport merupakan sesuatu yang tidak mudah sehingga harus melibatkan pihak-pihak lain yang menjadi pemegang saham di Freeport.

"Saat ini realitas kondisi kepemilikan saham Freeport Indonesia cukup kompleks karena keterkaitan dengan pihak lainnya," ujarnya.

Karena itu, tambah Budi, harus melibatkan semua pihak yang terkait dengan kepemilikan saham Freeport Indonesia. "Kalau tidak (kerja sama), target memiliki saham 51 persen Freeport Indonesia tidak bisa tercapai," katanya.

Budi yang juga mantan Dirut Bank Mandiri dan Staf Khusus Menteri BUMN Rini Soemarno ini menjelaskan, hingga kini teknis pengambilalihan saham Freeport Indonesia masih dalam proses.

Meski begitu, ia tidak merinci lebih lanjut soal pihak-pihak yang terlibat dalam pengambilalihan saham tambang emas tersebut karena menyangkut beberapa hal seperti perpanjangan kontrak, divestasi dan stabilitas divestasi.

Budi tidak menjawab ketika ditanya rencana masuknya pihak lain seperti BPJS, Asosiasi Asuransi Negara (Asgara) untuk ikut mendanai pengambilalihan saham Freeport tersebut.

Ia juga tidak mau membeberkan skenario masuk ke Freeport lewat Rio Tinto melalui hak partisipasi yang dimilikinya di Freeport Indonesia. "Yang penting harus dapat. Kalau saham pemerintah sudah mencapai 51 persen di Freeport 51 persen, sebesar itu pula revenue atau profit yang diterima negara," ujarnya.

Ditanya soal batas waktu yang arahkan Menteri ESDM Ignasius Jonan bahwa batas valuasi nilai saham Freeport sekitar Juni 2018, Budi menjelaskan pihaknya siap mengejar sesuai dengan tenggat tersebut. "Kami sebagai yang diberi tugas harus bekerja sebaik mungkin. Doakan saja, lumayan progressnya bagus," katanya. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x