Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 26 Mei 2018 | 07:26 WIB
 

Refleksi GAPKI, Badai Sawit di 2017 Telah Berlalu

Oleh : - | Selasa, 30 Januari 2018 | 17:30 WIB
Refleksi GAPKI, Badai Sawit di 2017 Telah Berlalu
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Tahun lalu, industri sawit dari hilir hingga hulu banyak mengalami tantangan. Namun semuanya bisa diatasi dan kinerja sektor ini bisa selamat bahkan meningkat.

Berdasarkan rilis dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) kepada media di Jakarta, Selasa (30/1/2018), industri sawit Indonesia mencatatkan kinerja yang baik di 2017. Di mana, produksi CPO mencapai 38,17 juta ton dan PKO 3,05 juta ton. Sehingga total produksi minyak sawit Indonesia sebesar 41,98 juta ton.

Angka ini menunjukkan peningkatan produksi sebesar 18% jika dibandingkan dengan produksi 2016 yaitu 35,57 juta ton. Terdiri dari CPO 32,52 juta ton dan PKO 3,05 juta ton. Sementara stok minyak sawit Indonesia pada akhir 2017 adalah 4,02 juta ton.

Sementara itu harga rata-rata CPO tahun 2017 tercatat US$ 714,3 per metrik ton, atau meningkat 2% dibandingkan dengan harga rata-rata 2016 yaitu US$ 700,4 per metrik ton.

Berdasarkan data GAPKI dari berbagai sumber (Kementerian ESDM, Kementan, Kemenperin, BPS, GAPKI, APROBI, GIMNI, APOLIN, AIMMI dan BPDPKS), ekspor minyak sawit Indonesia (CPO dan turunannya), tidak termasuk biodiesel dan oleochemical pada 2017 meningkat signifikan yaitu 23%. Atau dari 25,11 juta ton pada 2016 menjadi 31,05 juta ton di 2017.

Nilai sumbangan devisa minyak sawit juga meningkat seiring kenaikan volume ekspor dan harga yang cukup baik. Pada 2017 nilai ekspor minyak sawit menembus US$22,97 miliar, atau meningkat 26% dibandingkan 2016 yang mencapai US$18,22 miliar.

Nilai ekspor minyak sawit tahun 2017 ini merupakan nilai tertinggi yang pernah dicapai sepanjang sejarah ekspor minyak sawit Indonesia.

Pada 2017, hampir semua negara tujuan utama ekspor minyak sawit Indonesia mencatatkan kenaikan permintaan minyak sawitnya. India mencatatkan kenaikan permintaan yang signifikan baik secara volume maupun persentase.

Sepanjang 2017, India meningkatkan permintaan minyak sawitnya menembus 7,63 juta ton. Atau naik 1,84 juta ton (32%) dibandingkan 2016 yang permintaannya 5,78 juta ton.

Ekspor ke negara-negara Afrika juga mencatatkan peningkatan 50% (2016: 1,52 juta ton, 2017: 2,29 juta ton). Kenaikan terus diikuti oleh China sebesar 16% (2016: 3,23 juta ton, 2017: 3,73 juta ton).

Sementara Uni Eropa naik 15% (2016: 4,37 ton, 2017: 5,03 juta ton), Pakistan naik 7% (2016: 2,07 juta ton, 2017: 2,21 juta ton), Amerika Serikat naik 9% (2016: 1,08 juta ton, 2017: 1,18 juta ton), Bangladesh naik 36% (2016: 922,85 ribu ton, 2017: 1,26 juta ton) dan Timur Tengah naik 7% (2016: 1,98 juta ton, 2017: 2,12 juta ton).

Sepanjang 2017, kekhawatiran akan adanya kebakaran lahan dapat teratasi dengan baik, hampir tidak ada kasus kebakaran di perkebunan kepala sawit.

Seluruh elemen GAPKI khususnya perusahaan anggotanya telah melakukan berbagai upaya mencegah terjadi kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di sekitar konsesi dengan pembentukan Desa Siaga Api di berbagai daerah dan sampai akhir 2017 telah tercatat lebih dari 572 Desa Siaga Api yang terbentuk. [tar].

Tags

Komentar

 
x