Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 09:24 WIB

RI Perlu Bidik Pasar Serat Kenaf di Jerman

Rabu, 31 Januari 2018 | 07:09 WIB

Berita Terkait

RI Perlu Bidik Pasar Serat Kenaf di Jerman
Ketua Umum YKPN, Soud Aminah - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Yayasan Kedaulatan Pangan Nusantara (YKPN) melakukan lawatan dagang ke Berlin, Jerman, untuk memperkuat ekspor pangan dan pertanian. Salah satunya adalah serat kenaf.

Ketua Umum YKPN, Soud Aminah dalam pesan elektronik di Jakarta, Selasa (30/1/2018), mengatakan, delegasi yang membawa misi dagang tersebut memulai lawatan pertamanya dengan diskusi dan sharing sesion bersama pejabat Kedutaan RI di Berlin. "Diskusi membahas tentang peluang kerja sama ekspor produk pangan dan pertanian serta alih teknologi pertanian," kata Soud.

Menurut dia, ada begitu banyak produk pangan yang bisa diekspor ke Jerman. Terlebih lagi, YKPN membina ribuan petani di Indonesia. "Selama ini sudah banyak produk pangan kita yang diekspor ke Jerman atau negara-negara Eropa. YKPN memperkuat potensi ekspor ini," ujar Soud.

Aminah menyebutkan, beragam jenis produk pangan yang telah diekspor ke Jerman, seperti gula merah organik, kopi, rempah-rempah, teh, lada hitam, dan beras merah. "Saat ini yang menjadi fokus kita untuk ekspor ke Jerman, di antaranya serat Kenaf. Produk pertanian yang lain sudah berjalan cukup bagus," kata Soud.

Ia menambahkan, serat kenaf sangat potensial di Indonesia, mengingat pohon Kenaf memiliki keunggulan untuk dibudidayakan di Indonesia.

Meskipun di negara lain bisa dibudidayakan, menurut dia, kualitas serat pohonnya tidak sebaik di Indonesia. Serat Kenaf biasa untuk keperluan industri otomotif, bahan cetak uang kertas, dan material lainnya.

"Yang kita fokuskan bagaimana kita mengeskpor serat kenaf ini tidak hanya dalam 'raw material', bahan baku. Tentunya kita akan menuntaskan sertifikasi dan standardisasi terkait dengan olahan produk serat kenaf. Untuk teknologi, akan kita ambil dari Jerman," kata Soud.

Sementara Wakil Duta Besar RI di Jerman, Perry Pada, sangat mengapresiasi inisiatif YKPN untuk memperkuat hubungan bisnis Indonesia dan Jerman. Terutama di sektor pertanian.

Perry menilai hubungan Indonesia dan Jerman sudah lama terjalin dengan baik. "Hubungan baik ini tentu akan mempermudah setiap rencana kerja sama yang akan dikembangkan kedua negara," paparnya.

"Kami selaku perwakilan negara tentu siap memfasilitasi setiap program yang bertujuan memperkuat hubungan bilateral kita," lanjut Perry yang didampingi Atase Perdagangan dan Tim Ekonominya.

Perry sependapat dengan rencana YKPN mengekspor serat kenaf tersebut dalam bentuk produk setengah matang. "Tentu itu akan memberikan nilai tambah dan nilai jual. Kami siap memfasilitasi dengan industri otomotif di Jerman," katanya. [tar]

Komentar

x