Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 20:29 WIB
 

Bagaimana Nasib CPO Tahun Ini, GAPKI Ramal Begini

Oleh : - | Rabu, 31 Januari 2018 | 08:09 WIB
Bagaimana Nasib CPO Tahun Ini, GAPKI Ramal Begini
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), memprediksikan, produksi minyak sawit mentah (CPO) nasional naik 10% dibandingkan 2017 yang mencapai 38,17 juta ton.

Sekretaris Jenderal GAPKI, Togar Sitanggang dalam paparan Refleksi Industri Kelapa Sawit 2017 dan Prospek 2018 di Jakarta, Selasa (30/1/2018), mengatakan, kenaikan tersebut dipengaruhi pemulihan tanaman setelah terkena dampak La Nina pada 2015. "Tahun 2018 prospeknya bagus. Produksi minyak sawit Indonesia tahun ini akan tumbuh 10 persen, karena tanaman sudah pulih kembali," kata Togar.

Togar bilang, tahun ini, diperkirakan terjadi fenomena alam La Nina yang berarti terjadi banyak turun hujan, sementara tanaman sawit membutuhkan banyak air, sehingga mendorong peningkatan produksi.

"Fenomena alam La Nina merupakan siklus empat tahunan yang mana tiga tahu lalu yakni 2015 Indonesia mengalami El Nino yang menyebabkan kekeringan sehingga produksi sawit menurun," kata Togar.

Penurunan produksi sawit pada 2015, paparnya, memang masih terasa hingga 2016. Namun pada 2017, produksi sawit kembali meningkat. Di mana, produksi CPO mencapai 38,17 juta ton dan PKO sebesar 3,05 juta ton. Total jenderal mencapai 41,98 juta ton.

Produksi tersebut meningkat 18% ketimbang 2016 yang mencapai 35,57 juta ton, terdiri dari CPO 32,52 juta ton dan PKO 3,05 juta ton. Sementara, stok minyak sawit Indonesia pada akhir 2017 mencapai 4,02 juta ton. "Yang perlu diwaspadai kembali yakni nanti pada 2019 karena menurut siklus empat tahunan Indonesia kembali mengalami El Nino," kata Togar.

Sepanjang 2017, kata Togar, kekhawatiran akan adanya kebakaran lahan dapat teratasi dengan baik, hampir tidak ada kasus kebakaran di perkebunan kepala sawit.

Menurut dia, GAPKI dan perusahaan anggotanya telah melakukan berbagai upaya mencegah terjadi kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di sekitar konsesi dengan pembentukan Desa Siaga Api diberbagai daerah dan sampai pada akhir 2017."Tercatat lebih dari 572 Desa Siaga Api yang dibentuk oleh perusahaan anggota GAPKI dengan berbagai nama," tuturnya. [tar]

Tags

Komentar

 
x