Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 17:17 WIB

Inflasi Denpasar Lebih Tinggi Ketimbang Nasional

Oleh : - | Kamis, 1 Februari 2018 | 17:09 WIB
Inflasi Denpasar Lebih Tinggi Ketimbang Nasional
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Denpasar - Selama Januari 2018 inflasi di Kota Denpasar, Bali mencapai 0,94%. Di atas inflasi nasional sebesar 0,62%. Sementara indeks harga konsumen (IHK)r 128,37%.

"Tingkat inflasi Denpasar tahun kelender juga tercatat 0,94 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (YOY) sebesar 2,85 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, Adi Nugroho di Denpasar, Kamis (1/2/2018).

Adi mengatakan, inflasi itu ditunjukkan kenaikan indeks pada semua kelompok pengeluaran yang meliputi bahan makanan sebesar 3,06%, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,25%, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,31%.

Selain itu juga dipengaruhi oleh naiknya kelompok sandang sebesar 0,15%, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,11% serta kelompok kesehatan 0,02%.

Adi menjelaskan, komoditas yang tercatat memberikan sumbangan terhadap inflasi pada Januari 2018 antara lain beras, cabai rawit, cabai merah, tarif angkutan udara dan mobil.

Sedangkan komoditas yang tercatat mengalami penurunan harga atau menahan laju inflasi antara lain salak, pepaya, shampo, celana panjang jeans dan baju kaos berkerah.

Adi menambahkan, dari 82 kota di Indonesia yang menjadi sasaran survei 79 kota di antaranya mengalami inflasi dan tiga kota lainnya mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Bandar Lampung sebesar 1,42% dan terendah di Tangerang (Banten) sebesar 0,04%. Sementara deflasi tertinggi tercatat di Jayapura (Papua) sebesar 1,12% dan terendah di Meulaboh (Aceh) 0,14%.

Jika diurut dari inflasi tertinggi, maka Kota Denpasar menempati urutan ke-18 dari 79 kota yang mengalami inflasi.

Adi yang didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Bali, I Gede Nyoman Subadri, menambahkan, untuk Singaraja di Bali utara, pada Januari 2017 mengalami inflasi sebesar 0,86% dengan indeks harga konsumen 140,86.

Dengan demikian tingkat inflasi tahun kelender juga sebesar 0,86% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (YOY) sebesar 2,43%. Inflasi tersebut ditunjukkan akibat naiknya indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 2,87%, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,38%, kelompok sandang 0,37%, kelompok kesehatan 0,21%, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,05%, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,05%.

Komoditas yang tercatat memberikan andil inflasi di Kota Singaraja antara lain beras, cabai rawit, buncis, telur ayam ras, tomar sayur, cabai merah, bensin, cumi-cumi, ketimun, kacang panjang, wortel, jeruk dan ikan ekor kuning.
"Dengan demikian Kota Singaraja menempati urutan ke-24 dari 79 kota yang mengalami inflasi," ujar Nugroho. [tar]

Komentar

x