Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Februari 2018 | 08:53 WIB
 

Tim Ekuin Lesu, Ayo Gebrak Lagi Pak Jokowi

Oleh : Herdi sahrasad | Jumat, 2 Februari 2018 | 08:13 WIB
Tim Ekuin Lesu, Ayo Gebrak Lagi Pak Jokowi
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sikap tegas Presiden Joko Widodo kepada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita terkait rendahnya nilai ekspor, mendapat apresiasi banyak kalangan. Gambaran kinerja tim ekuin belum memuaskan.

Berbagai kalangan mengemukakan apresasi menyusul pernyataan Presiden Jokowi yang marah, menyindir dan menyebut ada yang salah dengan ekspor Indonesia yang masih kalah dengan negara tetangga di ASEAN.

Presiden menyebut, ekspor Indonesia pada 2017 mencapai US$145 miliar, mendapat posisi di nomor buncit. Kalah dengan Thailand yang mencapai US$231 miliar, Malaysia US$184 miliar, atau Vietnam yang mencapai USD160 miliar.

Jokowi menyebut, ada kekeliruan yang harus dibenahi sehingga ekspor Indonesia tidak kalah dengan negara-negara tetangga, yang jumlah penduduk dan sumber dayanya masih di bawah Indonesia.

Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini menilai, Indonesia terlalu monoton. Lantaran hanya fokus mengurus pasar tradisional saja, sementara malas-malasan untuk membuka pasar baru. "Negara sebesar ini, kalah dengan Thailand. Dengan resources dan SDM yang sangat besar, kita kalah. Ini ada yang keliru dan harus ada yang diubah," kata Jokowi saat pidato pembukaan rapat kerja Kementerian Perdagangan 2018 di Istana Negara Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Marahnya Jokowi sungguh menggugah perhatian, meski yang ditunggu masyarakat sebenarnya adalah ketegasan Presiden Jokowi untuk mengganti menteri yang minim prestasi, serta tidak memiliki reputasi.

Menteri-menteri demikian adalah laksana duri dalam daging, yang harus segera dicabut supaya tidak menjadi infeksi penyebab beredarnya racun dalam darah. Ketegasan adalah kata kunci yang ditunggu-tunggu masyarakat luas dari Presiden Jokowi, copot menteri bidang ekonomi yang lelet.

Kalau dibandingkan era Soeharto yang tidak pernah kedengaran marah-marah kepada menteri, karena pers waktu itu dibungkam, justru Jokowi yang paling berani.

Sejumlah analis ekonomi-politik berharap ketegasan Jokowi tidak berhenti di sini. "Neoliberalisme, oligarkisme dan plutokratisme di Indonesia makin mencengkeram di tengah kehidupan ekonomi rakyat yang memburuk, melemah. Sementara Kabinet tak efektif dan ekonomi kita terus melemah, ketidakpastian hukum terus membayangi, kata aktivis Teuku Syahrul Ansari yang juga kandidat Doktor Hukum bisnis di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah.

Dia meminta para menteri bidang Ekuin di Kabinet Kerja, bisa mengambil hikmah dari kejadian ini. Seluruhnya harus introspeksi dan mawas diri serta siap untuk direshuffle karena kinerja mereka relative buruk.

Sementara ekonom Indef, Bima Yudhistira mendesak agar tim ekuin di Kabinet Kerja dikocok ulang. Jelas-jelas kinerja anggota tim ekuin ada yang gagal memenuhi ekspektasi publik. "Malah ekonomi memburuk dan daya beli rakyat makin terpuruk. Harus ada perombakan tim ekuin kabinet, mereka sudah gagal dan memalukan Jokowi sendiri," paparnya.

"Tanpa reshuffle, maka jokowi makin tidak disukai rakyat dan elektabilitasnya kian tergerus,'' tegas Darmawan Sinayangsah, Direktur Freedom Foundation dan mantan Ketua Senat Fisip UI.

Rakyat luas merindukan adanya perbaikan perekonomian dan bangsa ini yang menantikan adanya kemajuan berupa pertumbuhan perekonomian yang optimal untuk mengejar berbagai ketertinggalan dari bangsa-bangsa lain. Pak Jokowi, mari kita gebrak lagi! [ipe]

Komentar

 
x