Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 09:23 WIB

India Setop Penyelidikan Anti Dumping Poliester

Jumat, 2 Februari 2018 | 18:45 WIB

Berita Terkait

India Setop Penyelidikan Anti Dumping Poliester
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktorat Jenderal Anti Dumping dan Persekutuan Dagang (DGAD) India, merekomendasikan penghentian penyelidikan anti dumping serat staple poliester. Salah satunya asal Indonesia.

Rekomendasi tersebut diberikan setelah DGAD India, memutuskan, untuk menghentikan pengenaan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) produk benang filamen nilon asal Indonesia. Ketetapan itu disampaikan melalui notifikasi F.No.14/49/2016-DGAD.

"Hal ini tentunya akan membuka peluang bagi industri benang Indonesia dengan tujuan ekspor terutama ke India. Keputusan ini diharapkan akan membawa dampak positif bagi peningkatan ekspor Indonesia," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan di Jakarta, Jumat (2/2/2018).

Serat stapel poliester adalah material yang tersusun dari gabungan kimia sintetik dan dapat digunakan untuk berbagai macam industri, di antaranya industri tekstil, otomotif, dan furnitur. Serat ini banyak digunakan berbagai macam industri, karena memiliki karakter yang lentur dan kuat.

Penyelidikan anti dumping serat stapel poliester mulai diinisiasi pada 2 Februari 2017. Namun, penyelidikan tersebut dihentikan karena pemerintah India menganggap bahwa nilai peningkatan impor serat stapel poliester yang terjadi hanya sebesar 7% dari total produk yang beredar di India.

Impor dari Indonesia terbukti tidak menimbulkan kerugian bagi industri domestik. Apabila terjadi kerugian, maka tidak diakibatkan oleh produk impor, melainkan kenaikan biaya produksi industri serat stapel poliester di India.

"Dengan dihentikannya penyelidikan anti dumping ini, maka semakin memperbesar peluang pangsa pasar produk segmen ini oleh eksportir Indonesia," pungkas Direktur Pengamanan Perdagangan Pradnyawati.

Ekspor serat stapel poliester Indonesia pada 2013, tercatat sebesar US$26,5 ribu. Nilai tersebut terus meningkat dan mencapai puncaknya pada 2015 sebesar US$10,1 juta. Sementara pada 2016, ekspor produk tersebut turun menjadi US$6,1 juta.

Periode Januari-November 2017, ekspor produk itu kembali meningkat hingga 38,4% dari US$5,6 juta menjadi US$7,8 juta, dibandingkan periode yang sama di 2016.

Ekspor serat stapel poliester Indonesia ke India juga menunjukkan tren positif yaitu sebesar 448,3%. Melihat tren tersebut, ekspor serat stapel poliester ke India masih terbuka lebar. [tar]

Komentar

x