Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 02:57 WIB

Lima Kali Indonesia Ekspor Manggis ke China

Sabtu, 3 Februari 2018 | 09:09 WIB

Berita Terkait

Lima Kali Indonesia Ekspor Manggis ke China
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian memfasilitasi ekspor manggis sebanyak 16 ton ke China (Tiongkok). Untuk memenuhi kebutuhan menjelang Peringatan Tahun Baru Imlek.

Dalam pelepasan ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (2/2/2018), Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini, mengatakan, pengiriman ini merupakan yang kelima kali sejak keran ekspor manggis ke Tiongkok dibuka kembali pada 11 Desember 2017.

"Hari ini kami memfasilitasi para eksportir mengirim satu kontainer atau 16 ton. Selanjutnya setiap dua atau tiga hari harus pasti mengalir baik melalui bandara dan kontainer karena Tiongkok minta sebelum Imlek kirim 2.000 ton," kata Banun.

Ia menjelaskan pengiriman 16 ton manggis dari kelompok tani di Sukabumi ini melalui kontainer yang diperkirakan memakan waktu perjalanan tujuh hari untuk sampai di Tiongkok.

Dengan dibukanya kran ekspor manggis ke Tiongkok tanpa kuota, Banun optimistis dapat mengirim 20 ton mengingat musim panen buah manggis secara simultan terjadi di seluruh sentra buah manggis, seperti di Sumatra, Jawa dan berakhir di NTB yang akan berlangsung hingga akhir April 2018.

Sebelum ada kesepakatan yang ditandatangani antara Badan Karantina Pertanian Tiongkok dan Indonesia, produk manggis dalam negeri tidak bisa diekspor langsung ke Tiongkok karena manggis Indonesia diklaim memiliki residu di atas ambang yang ditetapkan.

Oleh karena itu, Indonesia saat ini menangkap peluang pasar ke Tiongkok karena sebelumnya ekspor hanya dilakukan ke Thailand dan Vietnam.

"Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor manggis ke Tiongkok karena sepanjang manggis yang dikirim bebas dari hama dan penyakit, kami akan penuhi," ujar dia.

Ada pun perdagangan ekspor manggis telah memberikan nilai tambah bagi petani, yakni harga manggis yang memenuhi standar SPS dapat mencapai tiga kali lipat harga manggis lokal.

Contohnya, petani manggis di desa Cibolang, Sukabumi, mitra PT Manggis Elok Utama yang semula manggisnya hanya dibeli dengan kisaran harga Rp5.000 sampai Rp8.000 per kilogram menjadi Rp30.000 ribu per kg setelah menjadi komoditas ekspor.

Untuk mendapatkan harga jual yang tinggi, produk pertanian harus memenuhi standar SPS agar diterima di negara ekspor. Seperti halnya manggis ini, untuk bisa masuk langsung ke Tiongkok harus memenuhi persyaratan standar baku mutu yang tertuang dalam protokol impor manggis yang telah disepakati karantina Tiongkok dan Indonesia.

Hingga saat ini, ada tujuh perusahaan eksportir terdaftar untuk Tiongkok, yaitu PT Manggis Elok Utama, PT Agung Mustika Selaras, PT Buah Angkasa, PT Alamanda, PT Tegar Global, PT Mahkota Manggis Bogor dan PT Bali Raja Manggis. Sejak musim buah bulan Oktober 2017, Indonesia sudah mengirimkan 10,2 ton manggis.

Selain Tiongkok, sepuluh negara pengimpor manggis Indonesia terbesar yaitu, Thailand, Malaysia, Vietnam, United Emirat Arab, Perancis, Belanda, Saudi Arabia, Oman, Qatar, Hong Kong. Tiongkok menjadi mitra datang penting karena jumlah penduduknya cukup tinggi. [tar]

Komentar

x