Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Februari 2018 | 06:49 WIB
 

Ekspansi & Investasi Industri Muncul, Jika....

Oleh : M Fadil Djailani | Minggu, 4 Februari 2018 | 00:39 WIB
Ekspansi & Investasi Industri Muncul, Jika....
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, sejumlah industri dalam negeri siap melakukan perluasan usaha atau ekspansi pada 2018.

Namun, perusahaan tersebut masih menunggu kepastian pasokan bahan baku untuk menunjang peningkatan produksinya. "Mereka, di antaranya adalah Coca-Cola, Mattel, Cabot Corporation, dan Cargill. Tetapi syaratnya bahan bakunya tidak diregulasi, atau tidak kena larangan dan pembatasan (lartas)," kata Airlangga dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (3/2/2018).

Airlangga meyakini, apabila kemudahan impor bahan baku diberikan, terutama yang tidak bisa diperoleh di dalam negeri, ekspansi dan investasi di sektor industri akan meningkat. "Ketersediaan bahan baku dapat menjaga kontinuitas produksi industri guna memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor," jelasnya.

Lebih lanjut, dengan industri terjamin produktivitasnya, efek berantai yang dibawa akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. "Misalnya, peningkatan terhadap nilai tambah, tenaga kerja, dan ekspor. Industri juga menjadi kontributor terbesar melalui pajak dan cukai," ujar Airlangga.

Mengenai pertumbuhan produksi industri, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis datanya, untuk skala manufaktur besar dan sedang mengalami kenaikan sebesar 4,74% tahun 2017 dibanding 2016. Lonjakan ini terutama disebabkan meningkatnya produksi industri makanan sebesar 9,93%.

Sedangkan, pertumbuhan produksi industri manufaktur skala mikro dan kecil pada tahun 2017, juga ikut menanjak sebesar 4,74% terhadap tahun 2016. Kenaikan ini terutama disebabkan meningkatnya produksi komputer, barang elektronik dan optik sebesar 35,25%.

Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, sejumlah perusahaan-perusahaan yang ingin ekspansi tersebut, memiliki daya saing yang cukup kompetitif di kancah global. Misalnya, Cabot Corporation, industri yang memproduksi bahan baku untuk industri ban, yaitu carbon black.

"Kemarin saya sudah ketemu Cabot, dan mereka di Indonesia sudah 30 tahun. Industrinya ini untuk pendalaman struktur dari sektor otomatif. Jadi, kita punya potensi yang luar biasa," ungkapnya.

Produksi carbon black perusahaan ini disebut sebagai nomor satu di dunia.
Selanjutnya, Cargill merupakan perusahaan di bidang pangan yang membutuhkan jagung sebagai bahan baku. Cargill yang membuat sweetener dari tapioka. Tentu bisa dikembangkan lagi sweetener dari jagung. Apalagi basisnya mereka ekspor, tutur Menperin.

Selain memacu industri nasional semakin produktif, Kementerian Perindustrian juga meminta supaya mereka bisa lebih inovatif. Terlebih lagi dalam menghadapi era ekonomi digital dan penerapan teknologi revolusi industri keempat atau Industry 4.0 yang telah berjalan saat ini.

Untuk itu, Kemenperin mengajukan usulan kepada Kementerian Keuangan mengenai skema pemberian tax allowance sebesar 300 persen kepada perusahaan yang membangun fasilitas penelitian dan pengembangan di Tanah Air. Kebijakan ini sudah diterapkan di beberapa negara seperti Thailand. [ipe]

Komentar

 
x