Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 22 Februari 2018 | 21:32 WIB
 

Tahun Lalu Ekonomi Jeblok, Tahun Ini Darmin Yakin

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 5 Februari 2018 | 16:58 WIB
Tahun Lalu Ekonomi Jeblok, Tahun Ini Darmin Yakin
Menko Perekonomian Darmin Nasution - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kalau tahun lalu, perekonomian tumbuh hanya 5,07%, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tahun ini ada harapan baru. Bahwa pertumbuhan bisa 5,4%.

Tidak sedang bercanda, Menko Perekonomian Darmin Nasution menyebut angka 5,4% untuk pertumbuhan ekonomi di 2018.

Kata Darmin, perekonomian 2018 akan didukung pilkada, Asian Games serta proyek-proyek infrastruktur. Diharapkan, momentum tersebut bisa mengerek naik konsumsi LNPRT maupun rumah tangga.

Selain itu, sektor investasi dan ekspor yang tercatat tumbuh positif pada 2017 bisa ikut memberikan kontribusi kepada kinerja pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2018.

"Kita bisa mempertahankan pertumbuhan investasi seperti di 2017 atau lebih baik. Ekspor yang terus tumbuh juga bisa membantu," kata Darmin di Jakarta, Senin (5/2/2018).

Terkait pencapaian pertumbuhan ekonomi pada 2017, Darmin mengatakan semua komponen pengeluaran maupun lapangan usaha dalam periode ini sudah memberikan kontribusi yang maksimal.

Dari sisi pengeluaran, kinerja investasi yang tumbuh lebih baik dari 2016, konsumsi pemerintah yang optimal pada triwulan IV-2017 serta ekspor yang positif sepanjang tahun 2017, merupakan pertanda baik.

Pengeluaran pembentukan modal tetap bruto atau investasi pada periode ini tercatat tumbuh 6,15%, konsumsi pemerintah tumbuh 2,14%, dan ekspor tumbuh 9,09%.

Sebelumnya, pada 2016, pembentukan modal tetap bruto hanya tercatat tumbuh 4,47%, konsumsi pemerintah tumbuh negatif 0,14% dan ekspor tumbuh negatif 1,57%.

"Pertumbuhan didukung oleh investasi yang besar. Kemudian ekspor dan pengeluaran pemerintah, tahun ini sudah positif, padahal tahun lalu negatif," ujar Darmin.

Menurut lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi didukung oleh sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh 9,81%, diikuti sektor jasa lainnya yang tumbuh 8,66% dan sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,49%. "Jadi tidak valid lagi membicarakan perdagangan lesu, karena tahun ini sudah oke," kata Darmin.

Dalam jumpa pers yang berlangsung pada Senin (5/2/2018), BPS mencatat pertumbuhan ekonomi pada 2017 sebesar 5,07% (yoy) dan merupakan pencapaian tertinggi sejak 2014. Pertumbuhan ekonomi ini lebih baik dari periode 2014 sebesar 5,01%, periode 2015 sebesar 4,88% dan 2016 sebesar 5,03%. [ipe]

Komentar

 
Embed Widget

x