Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 04:04 WIB

Era Jokowi, Kenapa Hanya Tumbuh 5%?

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 5 Februari 2018 | 17:01 WIB
Era Jokowi, Kenapa Hanya Tumbuh 5%?

INILAHCOM, Jakarta - Pembangunan infastruktur di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang begitu masif, ternyata tak mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi, alhasil kondisi ekonomi RI di era Jokowi mengalami stagnan.

Dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru memperlihatkan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2017 hanya mampu tumbuh 5,07%, angka tersebut jauh dari target pemerintah dalam APBN-P 2017 yang sebesar 5,2%. Lantas apa yang salah?

Mencoba menelaah, Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengungkapkan pertumbuhan ekonomi ditopang 3 faktor penting, seperti konsumsi masyarakat, investasi, konsumsi pemerintah dan laju ekspor-impor.

Kecuk bilang untuk investasi, konsumsi pemerintah dan ekspor impor tak ada masalah, namun untuk konsumsi masyarakat yang menjadi persoalan lantaran telah terjadi perlambatan pertumbuhan.

"Investasi triwulan ini bagus kan, 7% bagus lho, ekspornya bagus, tapi kenapa 5% (pertumbuhan ekonomi), karena pada saat yang bersamaan konsumsi rumah tangganya melambat," ungkap Kecuk di Kantor BPS Jakarta, Senin (5/2/2018).

Memang jika dilihat dari data BPS berdasarkan sektor pengeluaran, pertumbuhan ekonomi masih ditopang oleh konstribusi rumah tangga sebesar 56,13%, namun pertumbuhannya hanya di level 4,95% atau melambat dibanding pada 2016 yang sebesar 5,01%.

"Sekarang kita harus lihat untuk menggerakannya, kuncinya adalah pada komponen yang mempunyai kontribusi tinggi, kalau saya lihat dari pengeluaran tentu adalah konsumsi rumah tangga," katanya.

Sementara diposisi kedua ada investasi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan mencapai 32,16% dengan total pertumbuhan 6,15%, untuk ekspor kontribusinya 20,37% dengan pertumbuhannya 9,09%, konsumsi pemerintah kontribusinya 9,10% dengan pertumbuhan 2,14%, dan konsumsi LNPRT kontribusinya 1,18%, dan pertumbuhannya 6,91%.

Menurut Kecuk, jika pemerintah ingin pertumbuhan ekonomi lebih diatas 5%. Salah satu yang harus dilakukan adalah memastikan tiga komponen yang berkontribusi besar harus benar-benar tumbuh tinggi.

"Untuk menjaga konsumsi rumah tangga tetap diangka 5%, baik situasi politik dan kemanan tetap dijaga. Harus memberikan kepercayaan kepada konsumen, dengan inflasi tetap terkendali," kata Kecuk. [hid]

Komentar

x