Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Oktober 2018 | 05:14 WIB

Presiden Sarankan Ini Cegah Karhutla

Selasa, 6 Februari 2018 | 13:32 WIB

Berita Terkait

Presiden Sarankan Ini Cegah Karhutla
Presiden Joko Widodo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengharapkan adanya kecerdasan di lapangan dalam menanggani dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menjadi permasalahan Indonesia dari tahun ke tahun.

"Lompatan pencegahan karhutla perlu terus disampaikan masyarakat. Kita ingatkan, betapa 2015 dan sebelumnya, 18 tahun, berulang-ulang. ini bisa dicegah kalau bersama kita bekerja tidak rutinitas, terapkan kecerdasan lapangan, banyak hal yang kita capai," kata Presiden saat memberi pengarahan kepada peserta Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2018 di Istana Negara Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Menurut Kepala Negara, kecedasan lapangan ini penting sekali dalam menanggani karhutla, karena kondisi lapangan yang berbeda-beda.

Dalam kesempatan ini Presiden memuji salah satu Anggota Kepolisian di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang kreatif memodifikasi motornya yang bisa dijadikan pemadam kebakaran.

"Contoh yang dilakukan Aipda Anang di Banjarmasin Tengah, Kalsel. Saya senang ini bertemu inisiatif, motor yang dimodifikasi dengan selang air. Ini bisa jangkau 'hotspot' yang sulit dicapaimobil damkar," kata Jokowi.

Presiden percaya kecerdasan lapangan ini bisa dilakukan oleh pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, TNI-Polri untuk beradaptasi dengan daerah masing-masing, sehingga karhutla tidak lagi jadi masalah nasional serta menjadi berita surat kabar, baik nasional maupun internasional.

"Tidak jadi sorotan internasional, bukan karena kita ingin tutup-tutupi, tapi karhutla ini betul bisa kita atasi secara nyata, makanya saya apresaisi setinggi-tingginya pada bapak-ibu yang bekerja keras atasi karhutla," kata Jokowi.

Presiden juga mengingatkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dimungkinkan terjadi penurunan hujan mulai Juni mendatang.

"Ini betul-betul jadi catatan, terutama di Kalimantan Barat, ada kemungkinan musim kemarau terjadi lebih awal, dimulai April. Saya minta ini jadi catatan, persiapan harus segera dimulai. jangan tunggu kejadian baru bergerak," kata Presiden. [tar]

Komentar

x