Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 19:42 WIB
 

Bos KPPU: Pasar Induk Cipinang Sudah Tidak Relevan

Oleh : - | Rabu, 7 Februari 2018 | 05:09 WIB
Bos KPPU: Pasar Induk Cipinang Sudah Tidak Relevan
Ketua KPPU M Syarkawi Rauf - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Garut - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengusulkan pasar induk beras didirikan di enam daerah yang menjadi sentra beras. Jangan hanya Cipinan saja.

Kata Ketua KPPU M Syarkawi Rauf, KPPU sebagai anggota dari Tim Satgas Pangan, mengusulkan penambahan pasar induk beras.

Saat menghadiri panen raya mendampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (6/2/2018), Syarkawi menilai, saat ini Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sudah tidak relevan dijadikan satu-satunya barometer harga beras nasional.

"Kita dorong pasar induk juga ada di Jabar, Surabaya, Sumatera Selatan maupun Sulawesi Selatan karena daerah-daerah ini merupakan sentra beras di Indonesia, sehingga kita punya banyak referensi mengenai pasokan maupun harga beras tidak tergantung pada PIBC," kata Syarkawi.

Menurut dia, selama ini yang menjadi barometer terkait pasokan maupun harga beras hanya melihat pada PIBC, padahal pasokan beras setiap harinya hanya berkisar 5.000 ton pada Senin sampai Kamis. Di luar hari tersebut, hanya berkisar 2.500 ton.

Di lain sisi, total pasokan beras per bulan sekitar 80 ribu ton dari total jutaan ton beras yang ada di Indonesia.

Oleh sebab itu, KPPU mengusulkan pembentukan pasar induk beras di enam wilayah sentra produksi beras, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatra Selatan, dan Sumatra Utara.

"Karena di Sulsel kurang lebih 8 persen dari total produksi beras nasional, Jawa Timur 17 persen, Jawa Temgah 15 persen, Jawa Barat 15 persen, Sumatra Selatan 6 persen dan Sumatra Utara 6 persen," papar dia.

Ia menambahkan KPPU sudah membicarakan pengembangan pasar induk beras di Surabaya dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, apalagi mengingat Surabaya menjadi hub untuk distribusi beras Indonesia bagian Timur, seperti Kalimantan, Papua, Maluku, NTT serta NTB.

"Kita harapkan di sana menjadi patokan harga beras yang baru sehingga orang tidak terlalu fokus dengan PIBC. Di Cipinang saja sewa gudang sudah mahal, transportasi mahal," ujar dia. [tar]

Tags

Komentar

 
x