Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 22 Februari 2018 | 21:34 WIB
 

Agar Tarif Setrum tak Naik

SP PLN Mendesak Jonan Tekan Harga Batubara

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 7 Februari 2018 | 13:15 WIB
SP PLN Mendesak Jonan Tekan Harga Batubara
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Enegi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Ignatius Jonan didesak memurahkan harga batubara acuan yang digunakan PT PLN (Persero).

Jonan juga diminta tidak memasukan komponen harga batubara acuan (HBA) ke dalam formula penetapan Tarif Dasar Listrik (TDL).

Alasannya, apabila HBA dimasukkan dalam formulasi penguitungan TDL, membuat biaya pokok produksi (BPP) semakin mahal. Alhasil, PLN harus menaikkan harga setrum yang membuat rakyat kecil semakin terjepit. "Keika energi kami tidak tersedia dengan baik, harga mahal berdampak pada masyarakat luas,

Dalam hal ini, SP PLN menuntut pemerintah mengendalikan harga batu bara," kata Ketua Umum Serikat Pekerja PLN, Jumadis Abda di Kantor PLN, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Jumadis bilang, hal itu bisa menambah beban ke masyarakat membayar listrik lebih mahal. Akhirnya, akan menggerus daya beli masyarakat dan membuat industri sulit untuk melakukan daya saing.

"Dari data yang didapatkan porsi batu bara 60 persen artinya berpengaruh sekali dengan naiknya tarif listrik. Pemerintah harus kontrol harga batu bara domestik," jelasnya.

Adapun harga batu bara acuan (HBA) Januari 2018, naik 1,6% dibanding Desember 2017. Data Kementerian ESDM menunjukan, HBA pada Februai ini mencapai US$95,54 per ton. Atau naik ketimbang harga Januari 2018 yang mencapai US$94,04 per ton.

Sebelumnya, Ignasius Jonan mengatakan harga batu bara acuan (HBA) direncanakan masuk ke dalam formula tarif seiring dengan porsi pembangkit batu bara saat ini hingga beberapa tahun ke depan masih mendominasi. Saat ini porsi pembangkit batu bara mencapai sekitar 60%.

"Ini kami akan coba reformulasi lagi bagaimana kalau ini masuknya harga batubara. Kenapa kami masukkan, karena pembangkit kita mau IPP, IPC, punya IP, PJB yang 60% berbahan baku batubara," kata Jonan. [ipe]


Komentar

 
x