Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 17:17 WIB

UEA Kepincut Bisnis Power Plant dan Alat Kesehatan

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 7 Februari 2018 | 13:50 WIB
UEA Kepincut Bisnis Power Plant dan Alat Kesehatan
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) ingin meningkatkan kerja sama industri. Yang diincar sektor pembangkit listrik, alat kesehatan, migas, serta pengolahan air.

"Indonesia memandang Uni Emirat Arab sebagai mitra strategis, khususnya Dubai sebagai salah satu hub perdagangan dunia untuk peningkatan ekspor produk industri kita ke berbagai negara," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai menerima Delegasi Investor Swasta Persatuan Emirat Arab yang dipimpin CEO Tashyeed Group, Zayed Bin Owaidah Al Qubaisy, dalam keterangan resmi kepada media di Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Airlangga menjelaskan, potensi investasi sektor power plant di Indonesia, melesat seiring pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang ditargetkan mencapai 35.000 MW. Yang terdiri dari 291 unit pembangkit listrik, 735 jalur jaringan transmisi, dan 1.273 unit gardu induk, total investasi Rp1.189 triliun. "Kami juga tengah memfasilitasi penelitian dan pengembangan produk solar cell untuk implementasi di industri dan masyarakat," ujarnya.

Melihat potensi di industri alat kesehatan, pemerintah tengah mendorong penggunaan teknologi terkini secara terintegrasi termasuk komponen, bahan baku dan bahan penolong.

"Kami berharap juga adanya pendirian center of excellent yang mencakup kegiatan litbang dalam mendukung produksi alat kesehatan dasar massal untuk keperluan dalam negeri," kata Airlangga.

Terkait insentif untuk mendorong masuknya investasi, Airlangga megaku telah menyampaikan usulan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Perlu dirumuskan skema pemberian insetif fiskal kepada investor yang akan mengembangkan pendidikan vokasi dan pusat inovasi di tanah air.

"Bagi perusahaan yang melakukan kerja sama dengan sekolah kejuruan serta memberikan pemagangan dan penyediaan alat industri, akan diberikan tax allowance 200%," paparnya.

Sedangkan, perusahaan yang berkomitmen membangun fasilitas penelitian dan pengembangan di dalam negeri, akan diberikan tax allowance sebesar 300%. Kebijakan pengurangan terhadap penghasilan kena pajak ini telah sukses diterapkan oleh Thailand guna memacu daya saing industrinya.

Sekedar informasi saja, sejumlah perusahaan UEA yang kepincut membenamkan modalnya di Indonesia, antara lain Emaar, Dubai World, Drydock, Limitles, Etisalat, Mudabala, IPIC, dan Al Dhahra.

Saat ini, investasi UEA di tanah air bernilai US$55 juta dengan 80 proyek per 2016. Capaian itu meningkat ketimbang investasi 2015 yang berjumlah US$19,25 juta. [ipe]

Komentar

x