Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 26 Mei 2018 | 13:11 WIB
 

Menteri Siti Ajak Warga Pantau Langsung Titik Api

Oleh : - | Kamis, 8 Februari 2018 | 12:07 WIB
Menteri Siti Ajak Warga Pantau Langsung Titik Api
(Foto: KLHK)

INILAHCOM, Jakarta - Masyarakat dapat memantau langsung perkembangan hotspot titik api sebagai deteksi dini Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di seluruh wilayah Indonesia, khususnya yang berada pada lokasi-lokasi rawan.

Data hotspot yang bersumber dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bisa menjadi acuan publik. Data hotspot tersebut dapat diakses dengan mudah melalui website sistem monitoring Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yaitu http://sipongi.menlhk.go.id atau aplikasi "Sipongi Laporan Titik Panas" yang dapat diunduh melalui gawai android.

Hal ini juga dilakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya secara rutin memantau perkembangan hotspot melalui teknologi aplikasi dari smartphone android yang dimilikinya.

"Berdasarkan data pantauan Posko Pengendalian Karhutla KLHK, selama Januari 2018, terdapat 33 hotspot. Meskipun jumlah ini lebih rendah dibandingkan tahun 2017 sebanyak 101 titik, dan tahun 2016 sebanyak 199 titik. Walaupun lebih kecil, tapi tetap harus diwaspadai," tegasnya.

Secara khusus, Siti Nurbaya memantau kondisi hotspot di Provinsi Riau, karena hampir setiap tahun pada periode Februari selalu terjadi Karhutla. Selain itu, ia meminta jajarannya agar memberi perhatian penuh terhadap perbedaan musim di setiap wilayah Indonesia.

"Kalau Riau pada Februari diwaspadai kemudian Kalbar juga termasuk cepat antara Maret atau April musim kemaraunya. Yang agak aneh dari dulu Riau dari Februari akhir sampai Maret tinggi hotspot-nya. Karena itu kami awasi terus," ungkapnya.

Langkah ini merupakan bagian dari deteksi dini yang dilakukan KLHK, antara lain di Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan dan Kalimantan. "Kami terus mewaspadai, tidak boleh berhenti. Tanggal 2 Februari kemarin juga masih ada api di perbatasan Riau dan Sumut, kemudian perbatasan Riau dan Sumbar," tuturnya saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Karhutla di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Rakornas Pengendalian Karhutla ini dibuka Presiden Joko Widodo. Presiden mengapresiasi kinerja Satgas Karhutla yang terdiri dari berbagai elemen termasuk TNI, Polri, Manggala Agni KLHK dan Pemerintah Daerah untuk pencegahan dan pemadaman titik api di berbagai daerah. Sebagaimana diketahui pada 2016 dan 2017, Indonesia berhasil mengatasi Karhutla, dan mencegah terjadinya bencana asap secara nasional seperti tahun 2015 dan tahun-tahun sebelumnya. [*]

Komentar

 
x