Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 13:08 WIB

Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Gara-gara Lahan, China belum Cairkan Pinjaman

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Kamis, 8 Februari 2018 | 15:14 WIB

Berita Terkait

Gara-gara Lahan, China belum Cairkan Pinjaman
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Gara-gara masalah pembebasan lahan yang berbelit, hingga sekarang Bank Pembangunan China atau China Development Bank (CDB) belum juga mencairkan pinjamannya kepada pemerintah Indonesia terkait mega proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Saat ini pembebasan lahan dalam proyek tersebut baru sekitar 54% dengan pembangunan konstruksi dibawah 10%.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan untuk bisa segera cair pinjaman dari Bank China tersebut, pemerintah Indonesia harus memastikan terlebih dahulu masalah pembebesan lahan, lah baru Bank China mencairkan pinjamannya.

"Pendanaan dari China belum cair tapi sedang menunggu finalisasi masalah tanah, (nilainya) sama kok," kata Budi Karya usai rapat tentang percepatan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Maka dari itu dalam rapat tersebut yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, meminta semua pihak yang terlibat dengan proyek tersebut harus bisa menyelesaikan maslaah pembebasan lahan.

"Bisa dipastikan pembebasan lahan bisa diselesaikan pada bulan April," kata Budi Karya.

Budi bilang dengan rampungnya pembebasan lahan, maka pencairan dana pinjaman dari Bank China bisa segera dilakukan dan kembali proyek bisa dilanjutkan.

Asal tahu saja, total mega proyek tersebut sebesar US$5,1 miliar atau setara Rp67,83 triliun (kurs Rp13.300), 25% nya merupakan modal konsorsium dari BUMN dan China. Sisanya dari pinjaman CDB.

Dari 25% itu, pihak China Railway International Co Ltd yang dalam konsorsium akan menyuntikkan dana sekitar 40% atau sekitar Rp7,5 triliun. Sedangkan 60% sisanya dimodali oleh BUMN yang tergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) atau sekitar Rp11,5 triliun. [jin]

Komentar

x