Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 17:17 WIB

Hadapi Masalah Klasik, Kereta Cepat Terseok-seok

Oleh : M Fadil Djaelani | Kamis, 8 Februari 2018 | 17:20 WIB
Hadapi Masalah Klasik, Kereta Cepat Terseok-seok
Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pembangunan mega proyek kereta cepat rute Jakarta-Bandung, besar kemungkinan molor hingga 2020. Kenapa? Masalah klasik, pembebasan lahan belum beres-beres. Waduh.

Perkembangan yang tidak mengenakkan ini disampaikan Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan kepada wartawan di Kantornya, Jakarta, Kamis (8/2/2018). "Kalau itu (proyek kereta cepat Jakarta-Bandung), sudah hampir pasti. Mungkin akhir 2019, atau awal 2020 (rampung)," kata Luhut.

Luhut bilang masalah pembebasan lahan menjadi permasalahn yang klasik yang dihadapi pemerintah, pasalnya ada sebagian lahan yang dijual masyarakat dengan harga yang terbilang tinggi. "Kalau laha itu sekitar 54% yang baru bebas. Sedangkan untuk konstruksinya masih di bawah 10%," kata Luhut.

Luhut pun tak menganggap molornya proyek senilai US$5,1 miliar, atau setara Rp67,83 triliun tersebut, sebagai masalah serius. Pasalnya, keterlambatan proyek ini memberikan kesempatan kepada pemerintah belajar dan bisa mengkaji lebih dalam. Yang berguna dalam pengerjaan proyek-proyek lainnya.

"Tapi enggak apa-apa yang penting jalan, yang penting bagi kita seperti LRT-kan. Jadi LRT itu kita enggak mau berhenti. Jadi bisa lebih bagus. Dari awal kita lihat dulu modelnya dengan baik. Seperti LRT, kan sekarang. Udah langkah tegap enggak ada masalah," kata Luhut yang membandingkan proyek kereta cepat dengan LRT. [ipe]

Komentar

x