Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 26 Mei 2018 | 13:17 WIB
 

DPR: DMO Batubara Listrik Dilarang Bebani Rakyat -

Oleh : - | Kamis, 8 Februari 2018 | 18:09 WIB
DPR: DMO Batubara Listrik Dilarang Bebani Rakyat -
Anggota Komisi VII DPR, Rofi Munawar - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR, Rofi Munawar berharap pemerintah memperjuangkan patokan harga batubara dalam negeri (Domestic Market Obligation/(DMO) yang tidak menambah beban konsumen.

Dalam hal ini, kata Rofi, pembahasan antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan industri haruslah bermisi sama, yakni kepentingan rakyat Indonesia sebagai konsumen akhir (end user).

"Tarif listrik Indonesia dengan harga batubara yang berlaku saat ini, cukup kompetitif. Akan ada disparitas harga jika pemerintah dan industri menyesuaikan harga tersebut dengan apa yang terjadi di pasar global. Tentu, perlu mekanisme yang lebih bijak untuk menghindari biaya pokok penjualan (bpp) yang berpotensi membebani end user," kata Rofi di Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Rofi meminta, konflik harga yang terjadi antara PLN, pemerintah, dan industri terhadap harga yang terbentuk melalui mekanisme pasar, bisa segera menemui titik temu. Jangan sampai berlarut-larut yang bisa mengganggu pasokan listrik nasional.

"Kami ingatkan pemerintah untuk konsisten menjaga tarif listrik tidak naik agar daya beli masyarakat tidak menurun dan industri dalam negeri bisa berjalan dengan baik. Apalagi, pemerintah telah berkomitmen tarif listrik tidak naik hingga Maret 2018," tegasnya.

Ia juga mendorong pemerintah menentukan formula penerapan tarif listrik yang menunjang stabilitas harga listrik. Memasukkan harga komoditas berdasarkan harga internasional dalam formula adalah langkah yang cukup berisiko karena volatilitasnya yang cukup tinggi dan tidak bisa diintervensi oleh pemerintah.

"Di sisi lain, keberlanjutan industri terkait (dalam hal ini batu bara) juga harus diperhatikan. Penetapan harga nasional di bawah harga internasional dirasa masih jadi opsi terbaik mengingat industri batu bara sudah mengalami untung besar akibat kenaikan HBA, dan pos pemanfaatan dalam negeri yang hanya 25%," ujarnya.

Saat ini, kebutuhan batubara dari PT PLN untuk bahan bakar pembangkit listrik, terus meningkat tiap tahun. Pada 2016. kebutuhannya 84,8 juta MT, setahun kemudian naik menjadi sebesar 85 juta MT. Untuk tahun ini kemungkinan naik menjadi 89 juta MT. Pada 2026, kebutuhan batubara diproyeksikan mencapai 153 juta MT. [tar]


Komentar

 
x