Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 22 Februari 2018 | 20:01 WIB
 

10 Ribu Rumah di Mojokerto Tak Perlu Beli LPG

Oleh : - | Sabtu, 10 Februari 2018 | 02:29 WIB
10 Ribu Rumah di Mojokerto Tak Perlu Beli LPG
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Mojokerto - Lebih 10.000 rumah tangga di Mojokerto, Jawa Timur, telah terhubung jaringan gas (jargas) sehingga tidak perlu lagi membeli LPG.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengatakan, terdapat 10.101 sambungan rumah (SR) yang terhubung jargas untuk rumah tangga di Mojokerto. Meliputi 5.000 SR di Kecamatan Kauman, Mentikan, Prajurit Kulon, Surodinawan dan Miji, Kota Mojokerto, dan 5.101 SR di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

"Dengan telah tersambungnya jargas di rumah tangga, masyarakat memperoleh keuntungan finansial karena harga gas bumi jauh lebih murah dari LPG," kata Jonan saat meresmikan 10.101 SR jargas di Mojokerto, yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Prajurit Kulon, Jumat (9/2/2018).

Dia menjelaskan, per bulan rata-rata setiap rumah tangga hanya perlu mengeluarkan Rp30-Rp40 ribu apabila menggunakan jargas. Sebaliknya, jika menggunakan LPG 3 kilogram, tiap bulan bisa menghabiskan biaya Rp60-Rp70 ribu.

"Manfaat lainnya, gas bumi adalah bahan bakar yang ramah lingkungan dan tersedia setiap saat. Masyarakat tidak perlu keluar rumah mencari elpiji atau minyak tanah dan kayu bakar jika sewaktu-waktu kehabisan," kata Jonan.

Untuk itu pemerintah telah membangun jargas sejak tahun 2009 menggunakan APBN, yaitu di daerah-daerah yang memiliki sumber gas, infrastruktur pasok gas bumi, dan terdapat ketersediaan pengguna. Pembangunan jargas melibatkan PT Pertamina dan segenap anak usahanya, serta PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

Jonan mencontohkan, pembangunan 5.000 SR jargas di lima kecamatan Kota Mojokerto dilakukan oleh PT Pertamina dan anak usahanya. Sedangkan pembangunan 5.101 SR jargas di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, dikerjakan oleh PT PGN.

Penggunaan jargas yang langsung terhubung ke rumah warga, menurut dia, mampu menekan subsidi dan impor BBM. "Secara nasional, dengan menggunakan gas bumi, pengurangan impor elpiji mencapai 25.500 ton per tahun. Penggunaan jargas dapat menghemat subsidi pemerintah Rp178 miliar per tahun," ujar Jonan.

Hingga 2017, Jonan memastikan, jargas telah terbangun di sebanyak 235.925 SR di 31 kabupaten/kota yang tersebar di 15 provinsi se-Indonesia. Untuk 2018, pemerintah menugaskan PT Pertamina dan PGN untuk membangun dan mengembangkan jargas di 16 wilayah.

Penugasan ini tertuang dalam Kepmen ESDM Nomor 267 K/10/MEM/2018 dan Kepmen ESDM Nomor 268 K/10/MEM/2018, tanggal 25 Januari 2018. Sebanyak 16 wilayah tersebut adalah Medan (5.000 SR), Prabumulih (6.000 SR), Musi Rawas (5.167 SR), Serang (5.043 SR), Sidoarjo (7.093 SR), Pasuruan (6.314 SR), Probolinggo (5.025 SR), dan Bontang (5.000 SR).

Selain itu Balikpapan (5.000 SR), Penajam Paser Utara (4.002 SR), Tarakan (5.759) SR), Bogor (5.210 SR), Deli Serdang (5.000 SR), Lhokseumawe (2.000 SR), Cirebon (3.503 SR), dan Palembang (4.315 SR). [tar]

Komentar

 
x