Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 22 Februari 2018 | 20:08 WIB
 

Rekomendasi INFID Turunkan Ketimpangan Sosial

Oleh : Indra Hendriana | Sabtu, 10 Februari 2018 | 12:11 WIB
Rekomendasi INFID Turunkan Ketimpangan Sosial
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Persepsi masyarakat pada ketimpangan sosial masyarakat Indonesia naik. Hal ini berdasar hasil survei yang dilakukan Internasional NGO Forum on Indonesia Developmen (INFID).

Untuk menurunkan angka persepsi masyarakat terkait ketimpangan ini, INFID merekomendasikan delapan poin kepada pemerintah.

Pertama pemerintah musti memberi tunjangan uang melalui asuransi bagi pekeja yang kena PHK dari tempat kerjanya. Kedua perbaikan undang-undang perpajakan agat dapat mengakomodasi potensi pendapatan pajak dan realitas kekayaan kelompok super kaya di Indonesia.

"(Ketiga) tunjangan pelatihan kerja bagi yang berusia di atas 30 tahun," kata Peneliti Utama INFID Bagus Takwin saat memaparkan hasil survei di bilangan Menteng, Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Kemudian, melakukan realokasi 5-10% untuk meningkatkan investasi SDM perempuan dari anggaran pendidikan di APBN. Memberi insentif bagi penciptaan lapangan pekerjaan di kabupaten/ kota.

Selain itu memulihkan dan memberi penekanan yang lebih ke atas pembangunan sumber daya manusia dan ketenagakerjaan. Memberikan pelatihan sektoral magang, dan program kerja sambil belajar. "(Terakhir) bantuan konsultasi dan agen pencarian kerja," ujar dia.

Adapun dalam hasil suveinya, Infid menyebut indikator persepsi yang menjadi sumber persepsi ketimpangan sosial masyarakat Indonesia tahun 2017 naik apabila dibandingkan dengan tahun 2016 lalu.

Di tahun 2017 ini ada 5-6 indikator yang menjadi sumber ketimpangan sosial. Sedangkan tahun 2016 lalu hanya ada 4-5 indikator saja.

Adapun 5-6 indikator itu antara lain adalah, di sektor penghasilan ada 71.1% persepsi masyarakat yang merasakan ketimpangan dengan yang lainnya, sektor Pekerjaan ada 62,6%, sektor rumah/tempat tinggal 61,2%, sektor harta benda 59,4%, sektor Kesejahteraan keluarga 56,6%, dan pendidikan 54%.

Survei dilakukan kepada 2.250 responden yang tersebar di 34 Provinsi. Metode survei dengan multistep rundom sampling dengan margin error 0,5.

Ketimpangan sosial ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Mulai Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Jawa-Bali dan Indonesia Timur. Sedangkan perbandigan total jenis ketimpangan di Sumatera, pada 2017 berada di angka 5,36, atau lebih besar dari 2016 yang berada di angka 4,52.

Sulawesi, pada 2017 berada di angka 4,35 atau lebih besar dari 2016 yang berada di angka 3,76. Kalimantan, pada 2017 berada di angka 5,12, atau lebih besar dari 2016 yang berada di angka 4,39.

Jawa-Bali pada 2017 berada di angka 5,27, atau lebih besar ketimbang 2016 yang berada di angka 3,91. Untuk wilayah Indonesia Timur pada 2017 berada di angka 6,57, atau lebih besar ketimbang 2016 yang berada di angka 5,15. [ipe]


Komentar

 
x