Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 26 Mei 2018 | 13:05 WIB
 

Calon Bos BI, Misbakhun Syaratkan Loyal ke Jokowi

Oleh : M Fadil Djaelani | Sabtu, 10 Februari 2018 | 18:18 WIB
Calon Bos BI, Misbakhun Syaratkan Loyal ke Jokowi
Anggota Komisi XI DPR, M Misbakhun - (Foto: inilahcom/Didik)

INILAHCOM, Jakarta - Empat nama calon Gubernur Bank Indonesia (BI), pengganti Agus Martowardojo yang pensiun Mei 2018, kabarnya sudah di tangan Presiden Joko Widodo. Bagaimana peluangnya?

Ke-empat nama yang santer adalah Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo, Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri, dan Agus Martowardojo sendiri.

Nantinya, Presiden Jokowi akan mengajukan calon Gubernur BI ke DPR. Selanjutnya, Komisi XI DPR akan menggelar uji kelayakan dan kepantasan (fit and proper test) untuk menentukan siapakah yang paling pas memimpin BI.

Anggota Komisi XI DPR, M Misbakhun mengatakan, nama yang diusulkan presiden, benar-benar memiliki pengalaman serta bisa bekerja sama dengan Presiden Jokowi.

Kata politisi asal Pasuruan, Jawa dia kandidat calon gubernur BI juga sudah semestinya loyal kepada Presiden Jokowi selaku kepala negara. Dengan demikian, kebijakan moneter bank sentral bisa sinkron dengan kebijakan fiskal pemerintah.

"Sehingga bauran kebijakan moneter dan fiskal membuat pertumbuhan ekonomi bisa menopang kesejahteraan rakyat," kata Mishbakun, Sabtu (10/2/2018).

Lebih lanjut Misbakhun mengatakan, Gubernur BI mendatang sebaiknya figur yang bersih dari pengaruh kekuasaan sebelumnya. Dengan demikian Gubernur BI yang baru nanti tidak punya rekam jejak dengan kekuasaan masa lalu.

"Jangan sampai punya agenda tersembunyi kebijakan di bidang moneter yang akan menggerogoti kebijakan ekonomi nasional yang digariskan oleh presiden dengan bersembunyi di balik alasan independensi BI dalam merumuskan kebijakan moneter," kata Misbakhun.

Yang juga tidak kalah penting, kata Misbakhun, figur gubernur Bank Indonesia juga tidak boleh satu klik dengan menteri keuangan yang sedang menjabat. Hal itu demi meminimalkan risiko dan menghindari kongkalikong dalam pengambilan kebijakan ekonomi strategis dan penting pada masa-masa krisis. "Dengan demikian pengalaman seperti kasus bailout Bank Century tidak terulang di masa depan," ujarnya.

Misbakhun merasa perlu menyampaikan sejumlah warning itu karena Indonesia memiliki pengalaman tentang kebijakan rasio kredit terhadap nilai agunan atau loan to value (LTV) untuk mengindari bubble economy yang justru menghambat pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pengalaman selama ini menunjukkan BI sering terlalu lama menurunkan suku bunga acuan atau BI rate.

"Sehingga program single digit rate di sektor perbankan terlambat diterapkan padahal pemerintah telah berkali-kali meminta Bank Indonesia menurunkan BI rate," katanya. [ipe]

Komentar

 
x