Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 01:58 WIB

DPR Minta Jangan Terulang Tragedi Konstruksi

Oleh : - | Senin, 12 Februari 2018 | 02:39 WIB
DPR Minta Jangan Terulang Tragedi Konstruksi
Wakil Ketua Komisi V DPR, Sigit Sosiantomo - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Perusahaan kontraktor atau yang terkait dengan pembangunan infrastruktur, harus lebih berhati-hati dan waspada. Agar tragedi di bidang konstruksi tidak terulang.

"Jasa konsultan dan pengawas proyek agar lebih jeli dan meningkatkan pengawasan, juga kepada para pekerja sendiri agar selalu berhati-hati," kata Wakil Ketua Komisi V DPR, Sigit Sosiantomo dalam rilis, Jakarta, Sabtu (9/2/2018).

Menurut Sigit, berbagai kasus kecelakaan kerja yang kerap terjadi di sejumlah lokasi akhir-akhir ini berpotensi untuk membuat pekerjaan jasa konstruksi nasional tercoreng di mata dunia. "Untuk itu, jangan sampai jasa konstruksi Indonesia tercoreng," kata politisi PKS ini.

Sebelumnya, Anggota Komisi VI DPR Nasril Bahar menyatakan, dalam mengejar target penyelesaian pembangunan infrastruktur bisa saja ada faktor kesalahan manusia yang merugikan semua pihak.

Apalagi, bila proyek pembangunan tersebut diberikan target untuk diselesaikan sehingga menimbulkan tekanan kepada para pekerja agar bekerja sesuai dengan target yang ditentukan.

Politisi PAN itu berpendapat secara teknis pekerja proyek infrastruktur sudah mumpuni sesuai dengan keahliannya.

Untuk itu, perlu adanya sikap kehati-hatian agar kecelakaan kerja seperti yang telah terjadi jangan sampai terulang kembali. "Tentunya kita tidak menginginkan peristiwa tersebut sampai dijadikan sebagai komoditas politik untuk pencitraan pada tahun politik," kata Nasril.

Peringatan dari DPR ini, sangat wajar. Sepanjang 207 hingga Februari 2018, begitu banyak tragedi konstruksi yang terjadi. Pada akhir Oktober 2017, misalnya, konstruksi Tol Pasuruan-Probolinggo (PasPro) yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN), ambruk.

Pada 15 Januari 2018, publik dikejutkan dengan runtuhnya selasar gedung penghubung tower I dan tower II Bursa Efek Indonesia (BEI). Dan, masih segar dalam ingatan kejadian ambruknya tembok underpass atau terowongan Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta, Senin sore (5/2/2018).

Di mana, di atas terowongan itu terdapat jalur rel kereta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Dalam perisitiwa ini, sebuah mobil tertimpa reruntuhan dan salah satu penumpangnya meninggal dunia.

Sekjen Badan Pengurus Pusat (BPP), Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi), Andi Rukman Karumpa, mengingatkan, perusahaan pelaksana proyek infrastruktur memperketat keselamatan kerja dalam mengerjakan berbagai proyek infrastruktur.

Karumpa bilang, meski pengerjaan konstruksi saat ini, telah banyak mengandalkan teknologi tinggi, namun pelaksana proyek tidak boleh terlena dengan kehebatan teknologi tersebut. "Hal itu, karena adalah ujung-ujungnya manusia juga yang mesti memeriksa, mengecek, dan memutuskan sesuatu," kata Karumpa.

Oleh sebab itu, pimpinan proyek dan kepala satuan di lapangan mesti disiplin dan rajin mengecek ke lokasi saat ada keputusan penting. Karumpa meminta, semua pelaksana proyek kembali menekankan pentingnya ketaatan dan displin kepada prosedur keselamatan di titik-titik kritis pengerjaan sebuah proyek konstruksi. [tar]

Komentar

x