Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 00:53 WIB
 

Pengamat: Target Pajak 2018 Berat Tetapi Bisa

Oleh : - | Senin, 12 Februari 2018 | 03:29 WIB
Pengamat: Target Pajak 2018 Berat Tetapi Bisa
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Tahun ini, pemerintah dan DPR sepakat akan target pajak Rp1.618,1 triliun. Ini jelas bukan perkara mudah, apalagi realisasi 2 tahun sebelumnya selalu gagal.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo, mengingatkan, tren penerimaan pajak memang tumbuh. Namun belum cukup kuat untuk menopang pemenuhan target pajak sesuai APBN 2018.

Untuk itu, kata Yustinus, pemerintah perlu mempercepat reformasi pajak agar kapasitas institusi pemungut pajak meningkat, administrasi lebih baik, dan kepastian hukum meningkat.

"Revisi target pajak 2018 menjadi opsi yang dapat diambil agar APBN 2018 tetap kredibel dan realistis," papar Yustinus.

Lalu bagaimana dengan peluang target pajak 2018? Dia hanya menjawab, kenaikan yang terlalu tinggi dan keterbatasan kapasitas, rawan menggelincirkan kepada pilihan jangka pendek. "Yang pada gilirannya dapat menciptakan praktik pemungutan yang tidak adil," paparnya.

Misalnya, kata pembayaran pajak di muka atau kontribusi di akhir tahun yang memberatkan wajib pajak, terutama BUMN.

Moderasi pemungutan pajak di 2018, kata dia, menjadi pilihan bijak di tengah kondisi ekonomi yang sedang bergerak menuju pemulihan dan situasi sosial-politik yang menghangat.

Meski penegakan hukum yang tegas tetap dapat dilakukan, menurutnya, sebaiknya didasarkan pada analisis risiko yang baik.

Penerapan Compliance Risk Management (CRM) yang mampu memilah wajib pajak berdasarkan risiko akan sangat membantu upaya peningkatan kepatuhan sukarela.

Perbaikan kualitas belanja APBN yang semakin baik juga akan mendorong peningkatan kesadaran dan kepatuhan pajak.

Meski tantangan cukup berat, tahun 2018 memiliki peluang untuk mengoptimalkan penerimaan pajak melalui implementasi AEoI (Automatic Exchange of Information). "Cara ini akan memberi asupan informasi keuangan yang lebih akurat dan kaya. Maka perlu persiapan sungguh-sungguh baik dari segi akuntabilitas, teknis, sumber daya manusia, dan regulasi. Untuk memastikan pemanfaatan data berjalan optimal dengan risiko minimal," paparnya.

Serkedar informasi, realisasi penerimaan pajak 2017 mencapai Rp 1.1147 triliun, atau 89,4% dari target Rp1.283 triliun. Sedangkan realisasi penerimaan bea dan cukai Rp192,3 triliun, atau 101,7% dari target Rp194,1 triliun.

Artinya, penerimaan pajak 2017 tumbuh 4,3% ketimbang 2016. Berikut pertumbuhan penerimaan pajak berturut-turut, sebesar 6,92% (2014), 8% (2015), 4,26% (2016), dan 3,75%. Sedangkan pertumbuhan realisasi bea cukai berturut-turu, sebesar 3,72% (2014), 11% (2015), -0,32% (2016), dan 7,43% (2017). [ipe]

Tags

Komentar

 
x