Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 20:38 WIB
 

Politisi Kalteng Endus Modus Investor Asing

Oleh : - | Minggu, 11 Februari 2018 | 18:01 WIB
Politisi Kalteng Endus Modus Investor Asing
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Palangka Raya - DPRD Kalimantan Tengah, HM Asera mengingatkan masyarakat, khususnya pengusaha lokal, agar mewaspadai adanya ajakan berinvestasi ataupun kerja sama dengan investor asing dalam bidang perkebunan dan pertambangan serta kehutanan.

Informasi yang diterima bahwa sekarang ini sedang marak sejumlah investor asing datang dan mencari mitra kerja di Kalteng, namun itu hanya kedok untuk melakukan investasi bodong ataupun penipuan, kata Asera di Palangka Raya, Minggu (11/2/2018).

"Jangan asal terima bila ada investor asing yang mengajak untuk kerjasama, karena sekarang ini sedang marak Investor asing yang berpura-pura ingin menjalin kerja sama, tapi ujung-ujungnya malah merugikan masyarakat," ucapnya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kalteng ini menyebut, di provinsi ini cukup banyak perusahaan asing yang berinvestasi. Namun hanya sedikit perusahaan yang benar-benar menjalankan peraturan ditetapkan undang-undang, salah satunya terkait pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan atau "corporate social responcibility (CSR).

Dia mengatakan jangankan perusahaan besar swasta (PBS) yang baru berdiri, telah lama beroperasi pun banyak belum melaksanakan ketentuan dan peraturan perundang-undangan, salah satunya seperti CSR. Apalagi kalau niatnya belum apa-apa sudah mau menipu masyarakat atau pengusaha.

"Masyarakat secara khusus pengusaha lokal harus memastikan latar belakang, serta kinerja dari investor asing yang ingin menjalin kerja sama. Tdak menutup kemungkinan si investor sendiri memiliki catatan khusus di negara asalnya maupun dari pekerjaan sebelumnya," kata Asera.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengatakan peringatan ini sebagai upaya agar masyarakat di provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila" ini tidak dirugikan. Untuk itu, apabila ada investor asing menawarkan kerjasama, harus dilihat pekerjaan sebelumnya, hingga catatan-catatan lainnya.

"Tidak menutup kemungkinan si Investor asing sendiri memiliki catatan khusus dari negara asalnya, sehingga harus meninggalkan negaranya, kemudian melakukan penipuan dalam bentuk investasi di negara lain," demikian Asera. [tar]

Komentar

 
x