Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 00:53 WIB
 

NasDem Anggap 4 Calon Gubernur BI Mumpuni

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 12 Februari 2018 | 02:05 WIB
NasDem Anggap 4 Calon Gubernur BI Mumpuni
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi NasDem, Johnny G. Plate

INILAHCOM, Jakarta - Meski masa jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW. Martowardojo akan berakhir pada bulan Mei 2018 nanti, namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menyiapkan empat nama pengganti.

Empat nama calon yang dikantongi Jokowi adalah, mantan Menteri Keuangan 2013-2014 Muhammad Chatib Basri, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro, Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Agus Martowardojo yang kembali dicalonkan.

Menurut anggota Komisi XI DPR RI Fraksi NasDem, Johnny G. Plate, empat nama itu mumpuni menjadi Gubernur BI. Sebab, nama-nama itu sudah tidak asing lagi didalam dunia perbankan.

"Empat-empatnya (calon) ini dari sisi kebutuhan makro prudensial ini qualified lah," kata Johnny, Jakarta, Minggu (11/2/2018).

Menurut Politikus Partai NasDem ini, kinerja Agus sudah bisa dilihat sendiri. Dan kinerjanya sebagai gubernur terbilang cukup sukses. Demikian juga, Johny tidak meragukan tiga nama yang lainnya.

"Pak Perry Deputi Gubernur yang juga senior dari BI, dan dua nama lainnya Pak Bambang Brojonegoro dari Bappenas. Pak Bambang ini kan sudah bekerja di sektor fiskal dan KKSK yang udah bekerja di pemerintahan Jokowi dan mantan Menkeu, Chatib Basri," ujar dia.

Adapun empat nama itu muncul pertama kali disampaikan Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofjan Wanandi di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (9/2/2018). Tapi, dia bilang, saat ini Presiden masih menggodok nama-nama itu untuk kemudian diserahkan ke DPR.

"Sekarang tinggal menunggu keputusan presiden untuk diajukan ke DPR. Pak presiden sangat paham akan keklebihan dan kekurangan dari masing-masing nama," kata Sofyan.

Menurut dia, sosok Gubernur BI harus disesuaikan dengan situasi dunia. Khususnya dinamika perekonomian di Amerika Serikat. Di mana ekonomi dunia sekarang ini tidak menentu.

"Ekonomi global diliputi ketidakpastian. Tiba-tiba (saham) New York jatuh. Amerika mau naikkan bunganya. Itu harus kita jaga, jangan sampai berdampak ke kita," katanya. [hid]


Komentar

 
x