Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 April 2018 | 00:29 WIB
 

Pensiun tak Punya Rumah? Jangan Khawatir Ada REI

Oleh : - | Selasa, 13 Februari 2018 | 03:29 WIB
Pensiun tak Punya Rumah? Jangan Khawatir Ada REI
Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata

INILAHCOM, Jakarta - Ada kabar baik bagi pensiunan Pegawai Negeri Sipil atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang belum punya rumah. Begini kabar baiknya.

Para pengembang yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) bakal membangun perumahan khusus pensiunan ASN. Di mana, gagasan ini disokong penuh PT Taspen (Persero), sedangkan pembiayaannya ditanggung Bank BTN dan PT Bank Mandiri Taspen.

"Pengembang anggota REI tidak akan menolak calon konsumen yang usianya sudah memasuki pensiun atau sudah pensiun sekalipun, asalkan sudah mengantongi rekomendasi dari PT Taspen dan pembiayaan didukung BTN atau pun Bank Mandiri Taspen," kata Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Penyediaan Hunian bagi Peserta Taspen di Jakarta, Senin (12/2/2018).

Penandatanganan dilakukan Soelaeman Soemawinata, Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro, Direktur Utama BTN Maryono dan Direktur Utama Bank Mantap Josephus K Triprakoso.

Menurut Eman, sapaan akrab Ketua Umum DPP REI itu, sinergi empat pihak tersebut, diharapkan dapat memfasilitasi pengadaan hunian bagi para pensiunan yang belum memiliki rumah.

"Masyarakat Indonesia, walaupun sudah memasuki usia pensiun, tetap memiliki hak yang sama dalam bermukim. Sama-sama berhak untuk punya rumah." tegas Eman.

DPP REI sendiri mencanangkan pembangunan rumah pada 2018 sebanyak 250.000 unit rumah bersubsidi dan 200.000 unit rumah nonsubsidi, sedangkan realisasi pembangunan perumahan bersubsidi pada 2017 mencapai 216.000 unit rumah.

Selain dengan Taspen, DPP REI juga telah bekerja sama dengan Korpri untuk penyediaan rumah bagi prajurit TNI dan Polri melalui MoU bersama Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan (YKPP).

Sementara itu, Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro mengatakan, skema kredit khusus diberikan kepada peserta Taspen yang masih aktif, menjelang pensiun atau sudah masuk masa pensiun. Selama ini para pensiunan tak dapat mengajukan KPR (kredit pemilikan rumah) karena terbentur aturan batas usia.

Skema ini memungkinkan masa angsuran yang panjang hingga nasabah berusia 70 tahun, sehingga peserta Taspen bisa diringankan dalam membayar uang muka atau cicilan. "Taspen menerapkan mekanisme repayment capacity yang lebih longgar dimana pensiunan Rp4,5 juta per bulan diperkenankan untuk memiliki angsuran KPR hingga maksimal Rp3 juta karena dia sudah pensiun," jelas Iqbal.

Senada dengan itu, Dirut Bank BTN Maryono mengharapkan kerja sama ini jangka panjang karena pendanaannya juga bersifat jangka panjang. "Kami menargetkan dengan kerja sama ini bisa pertumbuhan kredit BTN hingga 30 persen dari total KPR yang disalurkan," kata Maryono.

Menurut Maryono, saat ini tercatat sebanyak 6,7 juta peserta Taspen dimana sebagian diantaranya sudah menjadi nasabah di BTN. "Kalau rata-rata peserta Taspen menabung di BTN minimal Rp1 juta per orang, maka bisa terjaring dana masyarakat hingga Rp670 miliar. Jumlah itu bisa menambah dana murah sehingga menambah `cost of fund` BTN secara keseluruhan," ujar Maryono. [tar]

Komentar

 
x