Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 04:09 WIB

KUR 2018 Sebesar Rp116,4 T Sudah Ketok Palu

Oleh : - | Rabu, 14 Februari 2018 | 05:09 WIB
KUR 2018 Sebesar Rp116,4 T Sudah Ketok Palu
Deputi bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Deputi bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir, mengatakan, kredit usaha rakyat (KUR) Rp116,4 triliun disetujui pemerintah.

Ditemui di kantor Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), Jakarta, Selasa (13/2/2018), Iskandar mengatakan, total penyaluran KUR di 2018 sebesar Rp120 triliun. "Bank yang sudah mengajukan dan disetujui Rp116,4 triliun, jadi masih ada sisa plafon Rp3,6 triliun kalau ada bank yang mau tambahan untuk memberikan KUR," ucap Iskandar.

Iskandar mengatakan, pelaksanaan KUR di 2018, menyediakan penyaluran khusus untuk komoditas perkebunan dan peternakan rakyat serta perikanan rakyat.

KUR khusus diberikan dengan jumlah plafon di atas Rp25 juta, maksimalnya Rp500 juta untuk setiap individu anggota kelompok.

KUR khusus diberikan kepada kelompok yang dikelola secara bersama dalam bentuk klaster dengan menggunakan mitra usaha (off-taker).

Misalnya, penyaluran KUR khusus untuk peremajaan sawit harus melibatkan mitra perusahaan besar yang memberikan pelajaran kepada petani bagaimana bercocok tanam sekaligus nanti menyerap hasil buminya.

"Juga ada mengenai pengadaan kapal, yang nanti akan digarap di Natuna dengan KUR oleh salah satu bank pemerintah," kata Iskandar.

Untuk mendukung penyaluran KUR pada 2018, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR dan berlaku efektif mulai 1 Januari 2018.

Suku bunga KUR untuk 2018 ditetapkan 7%, efektif per tahun. Pelaksanaan KUR bertujuan untuk memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif dan meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). [tar]

Tags

Komentar

x