Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 03:32 WIB

Eko Kawal Jokowi Tinjau Alokasi Dana Desa di Ambon

Oleh : Ivan setyadhi | Rabu, 14 Februari 2018 | 15:30 WIB

Berita Terkait

Eko Kawal Jokowi Tinjau Alokasi Dana Desa di Ambon
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Ambon - Presiden Joko Widodo dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, blusukan di Desa Batu Merah, Sirimau, Ambon, Maluku, Rabu (14/2/2018).

Dalam kunjungan ini, baik Jokowi maupun Eko, ingin melihat secara langsung pemanfaatan program dana desa untuk normalisasi Sungai Wai Hatukau berskema padat karya tunai.

Normalisasi Sungai Wai Hatukau dilakukan dengan melakukan pengerukan untuk mencegah banjir, ketika debit air melonjak di musim hujan.

Presiden Jokowi bersama Menteri Eko meninjau aktivitas warga dalam menormalisasi sungai tersebut. Spontan saja, ribuan warga desa memberikan sambutan hangat kepada keduanya.

Sementara puluhan warga lain, terlihat sibuk mengeruk sungai dengan cangkul. Karena, alat berat tak bisa masuk, terhalang sempitnya gang yang membujur di kawasan rumah penduduk. "Sekarang baru di Kemendes dan KemenPU. Nanti yang lain-lain pasti ada," ujar Jokowi kepada wartawan usai melihat lokasi.

Jokowi dan Eko menyempatkan diri untuk menyapa warga yang tengah melakukan normalisasi sungai Wai Hatukau. Di mana, kegiatan tersebut dibiayai dana desa 2018 sebesar Rp2 miliar. Ditambah Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp2,9 miliar.

Anggaran dana desa untuk normalisasi sungai tersebut ditetapkan Rp296 juta. Di pekerja yang merupakan warga setempat, mendapat upah rata-rata Rp85.000 per hari dengan masa kerja 28-30 hari.

Melihat antusiasme warga, Jokowi mengucapkan terima kasih atas peran serta masyarakat dalam membangun desa dengan melakukan normalisasi sungai.

Sementara, Eko menerangkan, hasil musyawarah desa tersebut memutuskan untuk memberdayakan masyarakat desa secara padat karya. "Ini [sungai] kalau pagi kering. Kalau musim hujan bisa sampai naik ke atas. Sekarang mereka bersihin sampah aja, tapi kalau pagi kering mereka (pekerja) keruk juga," ujar Eko.

"Sebagian penggunaan dana desa tahun sebelumnya sebenarnya sudah begini (padat karya), cuma masih ada yang pakai kontraktor. Nah sekarang tidak boleh menggunakan kontraktor lagi, dan 30% itu dipakai untuk membayar upah," tandasnya. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x