Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Februari 2018 | 08:48 WIB
 

Padat Karya Tunai, Jurus Jokowi Perkuat Daya Beli

Oleh : - | Rabu, 14 Februari 2018 | 18:36 WIB
Padat Karya Tunai, Jurus Jokowi Perkuat Daya Beli
Presiden Joko Widodo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Ambon - Presiden Joko Widodo berharap program padat karya tunai yang digulirkan bisa mendorong daya beli masyarakat pedesaan.

"Kita ingin padat karya tunai ini bisa mendistribusi anggaran langsung ke desa sehingga tingkat konsumsi atau daya beli masyarakat semakin naik," kata Jokowi saat meninjau pembangunan irigasi dan jalan produksi persawahan di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Rabu (14/2/2018).

Program padat karya tunai di Desa Waimital itu, berupa pembangunan irigasi yang merupakan program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Proyek ini melahirkan lapangan kerja yang menyerap 120 warga setempat.

Menurut Jokowi, skema padat karya tunai merupakan cara yang sangat produktif. Pemerintah ingin memperbaiki jalan-jalan serta irigasi di persawahan. "Sehingga banyak manfaat dari program padat karya tunai," ucap Jokowi.

Saat meninjau program padat karya tunai ini, Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur Maluku Said Assagaff. Jalan produksi yang dibangun sepanjang 1.095 meter, dengan nilai Rp600 juta selama tiga bulan.

Selain itu, pembangunan irigasi kecil sepanjang 3,6 kilometer senilai Rp1,35 miliar dan dikerjakan selama 50 hari. Jokowi juga meninjau proyek pembangunan yang didanai program padat karya tunai di Kampung Oihu, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau.

Di Kampung ini, Kementerian PUPR melakukan pembangunan jalan lingkungan dan penerangan jalan, serta drainase yang melibatkan 160 warga.

Dalam kunjungan kerja di Maluku ini, Jokowi meninjau proyek padat karya tunai, berupa normalisasi sungai di desa yang sama dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Dalam proyek ini, sebanyak 150 warga dilibatkan dalam proyek normalisasi sungai ini.

Joko Widodo menyebut bahwa program padat karya ini akan terus dilanjutkan sehingga bisa membuka lapangan kerja dan perputaran uang di pedesaan semakin meningkat. "Yang melakukan ini nantinya tidak hanya Kementerian PUPR dan Desa. Yang lain juga sama. Kementerian Perhubungan nanti melakukan sebagian dengan padat karya tunai. Kementerian BUMN juga," kata Jokowi. [tar]

Komentar

 
x