Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 07:01 WIB

Bea Cukai Kudus: Ini Fakta Menarik Rokok Ilegal

Oleh : - | Rabu, 14 Februari 2018 | 19:16 WIB
Bea Cukai Kudus: Ini Fakta Menarik Rokok Ilegal
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Kudus - Bea Cukai Kudus terus melancarkan operasi tertutup dan menggagalkan pengiriman rokok yang diduga ilegal dari wilayah Kabupaten Jepara. Efek dari peredaran rokok ilegal ini berdampak luas bagi masyarakat dan negara.

Sebuah minibus yang mengangkut 656.000 batang rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) yang dilekati pita cukai palsu diamankan di Raya Kudus-Pati KM 4, Kabupaten Pati. Dari penindakan, Senin (12/2/2018) ini diperkirakan nilai barang bukti adalah sebesar Rp469.040.000 dan menimbulkan potensi kerugian negara senilai Rp242.7220.000.

Atas kejadian ini, seluruh barang bukti dibawa ke Kantor Bea Cukai Kudus untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sopir kendaraan yang berinisial NT (36) dan kenek kendaraan yang berinisial JT (32) turut diamankan untuk dimintai keterangan.

Kepala Kantor Bea Cukai Kudus Iman Prayitno membeberkan beberapa fakta menarik mengenai rokok illegal ini. "Beredarnya rokok illegal yang ada di masyarakat, berpotensi menyebabkan meningkatnya jumlah perokok pemula di Indonesia. Faktor pemicunya adalah karena harga rokok ilegal lebih murah, dan banyak diperdagangkan tanpa cukai rokok asli dari pemerintah, bahkan seperti hasil penindakan ini, banyak rokok yang tidak dilekati pita cukai sama sekali," kata Iman.

Rokok ilegal, lanjutnya, umumnya tidak memasang peringatan kesehatan bergambar, sehingga informasi bahaya merokok tidak tersampaikan kepada masyarakat. "Padahal, pita cukai dan peringatan bahaya digunakan pemerintah untuk mengontrol konsumsi rokok di masyarakat," jelasnya.

Tak kalah penting, fakta meningkatnya peredaran rokok ilegal di masyarakat berpengaruh pada jumlah penerimaan negara dari cukai. "Untuk menghindari hal-hal tersebut, kami imbau kepada masyarakat jika menemukan rokok ilegal, agar langsung melaporkannya kepada pihak-pihak seperti Bea Cukai, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), atau YLKI. Karena apabila rokok ilegal diberantas, kerugian ekonomi dapat dipakai untuk usaha promotif dan preventif," tegas Iman.

Komentar

x