Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Mei 2018 | 17:11 WIB
 

KLHK Dukung Kawasan Wisata Labuan Bajo Jadi 400 Ha

Oleh : - | Rabu, 14 Februari 2018 | 21:11 WIB
KLHK Dukung Kawasan Wisata Labuan Bajo Jadi 400 Ha
Wisata Labuan Bajo - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah mengkaji usulan penambahan cakupan kawasan pariwisata Labuan Bajo yang semula seluas 136 hektar menjadi 400 hektar.

"Berdasarkan usulan Deputi Bidang Kemaritiman Sekretariat Kabinet, Direktorat Jenderal PKTL KLHK telah mengkaji usulan tersebut," ujar Dirjen PKTL KLHK, Prof. Sigit Hardwinarto, Rabu (14/2/2018).

Ia menambahkan, dalam mempercepat terbentuknya 10 Destinasi Wisata Prioritas Kementerian Pariwisata, khususnya di wilayah Labuan Bajo Flores, pada prinsipnya Kementerian LHK mendukung usulan Menteri Pariwisata yang mengusulkan penambahan cakupan kawasan pariwisata Labuan Bajo menjadi 400 hektar di wilayah Desa Gorontalo (hutan Bowosie) yang berada di dalam kawasan hutan produksi tetap (HP).

Dalam kawasan hutan tersebut usulan Kementerian Pariwisata untuk dikembangkan menjadi area eco-tourism dengan skema Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata Alam pada hutan produksi melalui kerjasama dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

"Menteri Pariwisata diharapkan dapat segera mengajukan permohonan Izin Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata Alam pada Hutan Produksi kepada Menteri LHK sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri LHK Nomor P.31/MenLHK/Setjen/Kum.1/3/ 2016 tanggal 2 Maret tentang Pedoman Kegiatan Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata Alam pada Hutan Produksi,"kata Prof. Sigit.

Pengembangan BOP Labuan Bajo Flores, sangat terkait erat dengan potensi yang ada di Taman Nasional Komodo (TNK) yang merupakan habitat alami binatang purba yang masih tersisa Komodo (Varanus komodoensis). Spesies langka ini hanya dapat ditemukan di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Karena keunikan dan kelangkaannya, TNK telah dinyatakan sebagai World Heritage Site dan Man and Biosphere Reserve oleh UNESCO tahun 1986.

"Sejak ditetapkannya TNK sebagai The New 7 Wonders of Nature pada 2012 lalu, jumlah pengunjung ke kawasan ini terus meningkat. Seiring dengan pengelolaan konservasi dan pemanfaatannya, keberadaan TNK juga sebagai penggerak roda penggerak ekonomi masyarakat Labuan Bajo" jelas Sigit.

"Kementerian LHK telah menerbitkan surat kepada Menteri Sekretaris Kabinet RI dan memberikan persetujuan Rancangan Peraturan Presiden tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Labuan Bajo Flores (2/2/2018), tambah Sigit.

Selanjutnya proses alih fungsi kawasan hutan menjadi kawasan non hutan akan segera dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. [*]

Komentar

 
x