Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Juni 2018 | 04:31 WIB
 

Neraca Dagang Defisit

DPR: Naikkan Ekspor Non-Komoditas!

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 16 Februari 2018 | 16:31 WIB
DPR: Naikkan Ekspor Non-Komoditas!
Anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai Golkar, Sarmuji - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Neraca dagang pada bulan Januari 2018 mengalami defisit senilai US$670 juta. Penyebabnya lantaran nilai impor yang tinggi dan ekspor yang melemah.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai Golkar, Sarmuji mengingatkan supaya pemerintah menaikkan nilai ekspor. "Sebenarnya (defisit) itu bisa dimaknai negatif dan netral. Itu menunjukkan bahwa ekspor kita harus dipacu secara maksimal, ya terutama ekspor di luar komoditas," kata Sarmuji pada, Jakarta, Jumat (16/2/2018).

Menurut dia, tingginya nilai impor bahan baku dan penolong seperti dalam data BPS, lanjut dia, tidak terlalu memperngaruhi ekonomi ke depan. Beda halnya bilai impor yang tinggi adalah bahan-bahan yang dikonsumsi masyarakat.

"Jadi defisit itu harus kita dalami lagi komponennya seperti apa. Kalau Komponennya barang konsumsi itu gawat tapi kalau komponennya barang baku dan penolong, itu adalah tumbuhnya produksi dalam negeri. Tetapi meskipun indikasinya seperti komponennya bahan baku penolong sekali lagi kita perlu memacu ekspor kita supaya neracanya tetap positif," ujar dia.

Nilai Impor atau pembelian barang Indonesia ke luar negeri seperti data BPS mengalami kenaikan pada Januari 2018. Yakni mencapi US$15,13 miliar atau naik 0,26% bila dibandingkan Desember 2017. Impor barang terbesar di Januari 2018, disominasi oleh mesin atau pesawat mekanik sebesar US$2,19 miliar atau 16,85% dari total impor, dan mesin peralatan listrik sebesar US$1,93 miliar, atau 14,85% dari total impor.

Sementara impor nonmigas pada Januari 2018 mencapai US$12,99 miliar atau naik 3,65% dibanding Desember 2017. Demikian juga bila dibandingkan pada Januari 2017 meningkat 28,08%. Impor migas pada Januari 2018 capai US$2,14 miliar atau turun 16,31 % dibanding Desember 2017.

Namun, meningkat 17,35% apabila dibanding Januari 2017. Meningkatkan nilai impor ini tidak diimbangi dengan kenaikan pada ekspor. Untuk ekspor Indonesia pada Januari 2018 hanya US$14.873,3 atau melemah di angka 2,81%. Impor yang tinggi membuat negara mengalami defisit senilai US$670 juta.

Komentar

 
x