Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 09:35 WIB

Pemerintah Harus Berburu Pasar Ekspor Baru

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 16 Februari 2018 | 17:01 WIB

Berita Terkait

Pemerintah Harus Berburu Pasar Ekspor Baru
Angota Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar, Sarmuji - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada awal 2018, ekspor nonmigas Indonesia ke beberapa negara tujuan utama mengalami penurunan.

Angota Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar, Sarmuji meminta pemerintah membuat trobosan supaya ekspor ke depan meningkat. Pasalnya, kata dia, apabila ekspor naik, maka bisa menekan defisit pada neraca perdagangan.

"Kita harus diversifikasi (ekonomi, red) untuk tujuan negara ekspor kita. Titik-titik pertumbuhan baru negara-negara yang tumbuh besar itu harus kita kualitaskan," kata Sarmuji kepada INILAHCOM, Jumat (16/2/2018).

Menurut dia, apabila pemerintah melakukan hal itu, maka diyakini nilai ekspor kedepan akan tumbuh seperti yang diharapkan. "Karena permintaan dipastikan akan lebih besar dibanding negara yang alami perlambatan pertumbuhannya," kata dia.

Adapun pelemahan ekspor seperti data BPS adalah, ekspor nonmigas pada Desember 2017 ke Tiongkok US$ 2.192,9 juta. Tetapi pada Januari 2018 hanya US$1.919,5 juta atau turun 12,47%.

Jepang pada Desember 2017 capai US$ 1.472,9, sedangkan Januari 2018 hanya 1.385,6 (atau turun 5,93%), Amerika Serikat pada Desember 2017 US$ 1.423,0 dan Januari 2018 US$ 1.542,7 (atau naik 8,41%).

Sedangkan ke India turun sebesar US$92.3 juta atau 7,73%; Taiwan US$ 41,8 juta atau 16,3 %; Italia US$ 41,4 juta atau 23,63%; Belanda US$ 25,2 juta atau 7,3 %; dan Korea Selatan US$ 23,5 juta atau turun 4,01 persen.

Sedangkan yang alami kenaikan bukan hanya Ameira Serikat. Tapi, Thailand naik US$ 100,4 atau 23,68 %; Australia US$ 38,3 atau naik 26,9 %; Malaysia US$23,5 juta atau 4,01 %; Jerman US$ 22,7 juta naik 10,54 %; dan Singapura UD$ 7,4 juta 1,03 %.

Secara keseluruhan, total ekspor turun ke tiga belas negara tujuan utama turun 2,7 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) pada Januari 2018 mencapai US$ 1.356,5 juta. [hid]


Komentar

x