Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Juni 2018 | 18:21 WIB
 

Impor Januari Naik, Politisi PDIP Bela Pemerintah

Oleh : Indra Hendriana | Sabtu, 17 Februari 2018 | 16:17 WIB
Impor Januari Naik, Politisi PDIP Bela Pemerintah
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR, Darmadi Durianto, mengatakan, menjulangnya impor sepanjang Januari 2018, menggambarkan ekonomi Indonesia menggeliat, bukan terkulai.

"Bahwa impor naik membuktikan ekonomi lagi lagi lincah gitu kan. Artinya lagi menggeliat kembali, karena kenaikan impornya cukup besar. Impor bahan baku," kata Darmadi kepada INILAHCOM, Jakarta, Jumat (16/2/2018).

Alasan Darnadi, barang-barang yang diimpor tidak semuanya berupa produk konsumsi. Namun, banyak pula berupa bahan baku dan barang modal. "Bahan baku kan untuk kegiatan produksi. Kalau kegitan produksi naik berarti ekonomi lagi naik-kan," kata dia.

Namun begitu, dia menekankan, pemerintah tak berdiam dengan kondisi ini. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan harus menaikan ekspor barang-barang dalam negeri.

"Memang satu sisi ekspor harus dinaikan seperti instruksi presiden bahwa ini belum maksimal. Jadi bagaimana strategi ekspor dari kementerian perdagangan itu yang menjadi penting saat ini. Nah itu yang yang harus ditelaan oleh Kemendag," kata dia.

Caranya, lanjut Politikus PDI-P ini, pemerintah melalui Indonesian Trade Promotion Center (Pusat Promosi Perdagangan Indonesia/ITPC) lebih giat dalam pemasaran. Kemudian mengetahui dengan baik barang-barang yang diperlukan oleh negara tersebut.

"Berarti penjualan dan pemasaran di luar negeri harus diefektifkan lewat ITPC. Jadi ITPC ini harus benar-benar difungsikan secara efektif dan efisien," kata dia.

Diketahui, berdasarkan data BPS nilai ekspor Indonesia pada Januari 2018 melorot diangka 2,81%, bila dibandingkan dengan Desember 2017. Yakni darj USD 14.873,3 juta menjadi USD 14.455,5 juta.

Namun, nilai impor di bulan Januari mencapi US$ 15,13 miliar atau naik 0,26% bila dibandingkan Desember 2017. Naiknya impor yang tidak dimbangi ekspor mebuat neraca dagang Januari 2018 mengalami defisit sebesar US$676,9 juta.[ipe]

Komentar

 
Embed Widget

x