Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 09:15 WIB

Dana Utangan Proyek KA Cepat Jkt-Bdg, Cair Maret

Oleh : M Fadil Djaelani | Senin, 19 Februari 2018 | 15:09 WIB

Berita Terkait

Dana Utangan Proyek KA Cepat Jkt-Bdg, Cair Maret
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memastikan dana utang atau pinjaman untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dari Bank Pembangunan China (China Development Bank/CDB) cair Maret 2018.

Hal tersebut dikatakan Rini di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (19/2/2018). Rini bilang, proses pencairan pinjamana dana tersebut masih dalam tahap finalisasi dengan melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan. "Tinggal finalisasi ada beberapa dokumen harus diselesaikan dengan perbankan. Kita harapkan Maret kali," kata Rini.

Di mana, kata Rini, proses pencairan pinjaman tahap pertama dari Bank China tersebut, sebesar Rp6,7 triliun atau setara US$500 juta. "Tapi sekarang ini belum dibutuhkan karena saat ini masih pakai modal yang ada. Yaitu modal dari partner yang China dan dari kita sendiri," ujar dia.

Rini mengungkapkan, pencairan US$500 juta berasal dari total komitmen pinjaman dari CDB yang sebesar US$5,9 miliar. "Dari CDB, semua dari CDB, jadikan yang agreement sudah ditanda-tangani. Kan totalnya kredit agreement itu kalau enggak salah US$5,9 miliar, jumlahnya total," kata Rini.

Asal tahu saja, pembangunan mega proyek kereta cepat Jakarta-Bandung saat ini kurang dari 10%. Kondisi ini dipastikan membuat penyelesaian proyek senilai Rp68,7 triliun tersebut molor dari target yang ditetapkan pemerintah pada 2018.

Komisaris Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Sahala Lumban Gaol mengungkapkan molornya proyek patungan antara pemerintah Indonesia dengan China tersebut lantaran sejumlah masalah yang dihadapi, salah satunya pembebesan lahan.

Dia mengakui proses penyelesaian rencana tata ruang wilayah nasional (RTRW) tingkat kabupaten/kota yang baru selesai pada April 2017 silam. Selain itu, penyelesaian penetapan lokasi (Penlok) oleh Pemprov DKI dan Jabar yang baru selesai Oktober 2017.

Lantaran masalah ini pencairan pendanaan dari China Development Bank (CBD) pun jadi ikut molor. "Jadi begini, pencairan dana itu kan selalu ada perjanjian persyaratan pencairan dana, sekarang kita lagi menyelesaikannya, (pembebasan lahan)," kata Sahala saat di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sahala mengakui, masalah pembebasan lahan yang sudah rampung mencapai 54% setelah 2 tahun groundbreaking. Sisanya akan dikebut sampai dengan April 2018. "Salah satu persyaratannya adalah pembebasan lahan berapa persen, salah satunya kita sudah mendekati itu. Yang sudah kita kuasai itu 54 km," sambung Sahala.

Sebelumnya diketahui, pencairan dana pinjaman dari CDB masih memerlukan kelengkapan dokumen-dokumen lain termasuk RUPS KCIC dan PSBI. [ipe]

Komentar

x