Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Juni 2018 | 00:35 WIB
 

Proyek Kereta Cepat China Tersendat, Rini Cuek

Oleh : M Fadil Djaelani | Senin, 19 Februari 2018 | 16:30 WIB
Proyek Kereta Cepat China Tersendat, Rini Cuek
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno, tak menganggap masalah terkait molornya mega proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang ditargetkan rampung 2019. Yang penting jadi.

Rini beralasan, molornya mega proyek senilai Rp78 triliun ini, lebih disebabkan proses pembebasan lahan yang dirasakan sangat lambat. "Karena pembebasan lahannya juga lambat," kata Rini saat ditemui wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (19/2/2018).

Saat ini, kata dia, proses pembebasan lahan dalam proyek tersebut baru sekitar 54% dengan pembangunan konstruksi dibawah 10%. "Karena kita baru dapat penlok (penetapan lokasi) pada 31 Oktober 2017, dan sampai sekarang ini kan masih banyak pembebasan lahan yang harus diminta persetujuan dari kementerian Kehutanan," katanya.

Rini mengungkapkan, penyelesaian pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung baru bisa dilakukan 32 bulan terhitung pada Februari ini. "32 bulan dari pembangunan kan sekarang sudah mulai land clearing di Halim, jadi moga-moga 32 bulan dari Halim dan bulan ini sudah mulai, jadi di Februari," kata Rini.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan membenarkan bahwa pembangunan mega proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, bakal molor dari target. "Kalau itu (proyek kereta cepat Jakarta-Bandung) sudah hampir pasti. Mungkin akhir 2019 atau awal 2020," kata Luhut.

Luhut bilang, masalah pembebasan lahan menjadi permasalahn yang klasik yang dihadapi pemerintah, pasalnya ada sebagian lahan yang dijual masyarakat dengan harga yang terbilang tinggi. "Kalau laham itu sekitar 54% yang baru bebas, sedangkan konstruksinya masih dibawah 10%," katanya.

Luhut pun tak menganggap masalah molornya proyek senilai senilai US$5,1 miliar atau setara Rp67,83 triliun tersebut (kurs 13.300) tersebut, pasalnya dengan pembangunan yang seret tersebut memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk mengkaji lebih dalam proyek tersebut.

"Tapi enggak apa-apa yang penting jalan, yang penting bagi kita seperti LRT kan, jadi LRT itu kita enggak mau berhenti jadi lebih bagus dari awal kita lihat dulu modelnya dengan bagus. Seperti LRT kan sekarang. Udah langkah tegap enggak ada masalah," kata Luhut yang membandingkan proyek kereta cepat dengan LRT. [ipe]

Komentar

 
x