Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 12:32 WIB

Benarkah Industri Nasional Berdaya Saing?

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 19 Februari 2018 | 17:03 WIB

Berita Terkait

Benarkah Industri Nasional Berdaya Saing?
(Foto: Inilahcom/Fadil Djailani)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menilai peningkatan daya saing Indonesia di kancah global menunjukkan bahwa produk-produk industri nasional semakin kompetitif baik di pasar domestik maupun ekspor.

Salah satunya dibuktikan oleh subsektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Dengan struktur terintegrasi dari hulu-hilir dan produknya dikenal memiliki kualitas yang baik di pasar internasional.

"Khusus untuk industri shoes and apparel sport, produksi kita sudah melewati China. Bahkan, Di Brasil, kita sudah menguasai pasar di sana hingga 80%," kata Airlangga dalam acara Breakfast Meeting dengan Pelaku Usaha Sektor Industri Kimia Tekstil dan Aneka di Kementerian Perindustrian Jakarta, Senin (19/2/2018).

Airlangga juga menyebutkan industri TPT mampu menyumbang PDB sebesar Rp150,43 triliun di tahun 2017. Untuk nilai ekspornya mencapai US$12,58 miliar atau naik 6% dibanding tahun 2016.

"Potensi peningkatan ekspornya masih sangat terbuka melalui pengoptimalan utilisasi yang ada maupun penambahan investasi baru, serta potensi peningkatan ekspor juga semakin terbuka jika produk TPT kita dikenakan tarif yang sama dengan Vietnam dan Bangladesh di Eropa atau Amerika," papar Airlangga.

Untuk itu, pemerintah tengah berupaya membuat perjanjian kerja sama ekonomi yang komprehensif dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa untuk memperluas pasar ekspor TPT lokal. Saat ini dalam proses negosiasi untuk bilateral agreement tersebut, karena bea masuk ekspor produk tekstil Indonesia masih dikenakan 5-20%, sedangkan ekspor Vietnam ke Amerika dan Eropa sudah 0%.

Industri TPT merupakan sektor padat karya berorientasi ekspor. Pada tahun 2018, Kemenperin mematok ekspornya sebesar US$13,5 miliar dan menyerap tenaga kerja sebanyak 2,95 juta orang.

Tahun 2019, target ekspornya bisa mencapai US$15 miliar dan menyerap sebanyak 3,11 juta tenaga kerja. Sektor ini mampu memberikan share ekspor dunia sebesar 1,6%.

Selain sektor industri TPT, Kemenperin juga menggenjot sektor lainnya di dalam kelompok Industri Kimia Tekstil dan Aneka (IKTA), antara lain adalah industri bahan kimia dan barang kimia yang memberikan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 1,25% atau senilai Rp170,41 triliun pada tahun 2017.

Selanjutnya, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki yang menyumbangkan kepada PDB nasional sebesar 0,27% atau senilai Rp37 triliun. Sektor ini mampu mencatatkan angka ekspornya hingga Rp66 triliun di tahun 2017, naik 5,87% dibandung tahun 2016. Target ekspornya pada 2018 akan mencapai US$5,3 miliar dan tahun 2019 sebesar US$6 miliar.

Industri kosmetik, sabun, dan bahan pembersih juga berpotensi besar, dengan nilai ekspor Rp19 triliun pada tahun 2017. Dalam lima tahun terakhir, ekspornya mampu naik 3,56%. Di tahun 2018, ditargetkan ekspornya mencapai US$1,67 miliar dan tahun 2019 sebesar US$1,81 miliar.

Kemenperin juga memacu industri ban dan sarung tangan karet. Sektor ini mencatatkan nilai ekspornya pada tahun 2017 mencapai Rp25 triliun, dengan memiliki potensi pasar internasional sebesar 70%. Target ekspor sektor ini tahun 2018 sebesar US$1,86 miliar dan tahun 2019 sebesar US$1,92 miliar, dengan market share ekspor ban mencapai 2,28%.

Komentar

x