Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 09:44 WIB

Nelayan Surabaya Bayar Kredit Pakai Sampah

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 20 Februari 2018 | 06:00 WIB

Berita Terkait

Nelayan Surabaya Bayar Kredit Pakai Sampah
(Foto: inilahcom/ilustrasi)

INILAHCOM, Jawa Timur - Nelayan dan warga di Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, bisa bayar pinjaman uang dengan sampah botol mineral, kardus dan lainnya.

Jasa pinjaman itu diberikan oleh Bank Sampah Bintang Mangrove, pada nelayan yang sudah menjadi nasabah. Adapun Bank Sampah ini binaan dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) persero.

"Mereka nasabah yang nelayan bisa hutang, bayar pakai sampah yang dikumpulkan dari laut," kata Sekretaris Bank Sampah Bintang Mangrove, Chusniati pada saat berbincang di lokasi Surabaya, Senin (19/2/2018).

Memurut dia, pinjaman nelayan tidak besar, hanya Rp 100-300 ribu. Uang pinjaman itu dipakai untuk membeli solar kapal yang dipakai mencari sampah di laut. Hasil dari mencari sampah itu, satu minggu mencapai Rp 500-600 ribu.

"Ada sekitar lima nelayan yang cari sampah di laut. Nelayan yang cari sampah di laut pas musing angin," ujar dia.

Selain bisa membayar hutang, bank sampah juga bisa untuk membayar listrik, pembiayaan berobat, simpan pinjam, serta penukaran sembako. Adapun Bank Sampah Bintang Mangrove ini sudah mmbawahi 218 nasabah warga disekitarnya. "Memang ada yang nabung, ini bisa bayar listrik. Simpan pinjam, berobat dngan sampah. Karena masyarakat ini susah," ujar dia.

Sekesar diketahui, Bank Sampah merupakan metode pengelolaan sampah dengan mengadopsi konsep perbankan. Bedanya, nasabah menabung dengan menyetor sampah.

Limbah yang disetor dikonversikan dalam bentuk tabungan dan diserahkan ke nasabah di saat mereka hendak membayarkan tagihan listrik bulanan.


Sistem pembayaran ini tidak lepas dari kontribusi Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menjaga lingkungan melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) nya.

Ide bank sampah ini muncul pada saat lingkungan Gununganyar yang merupakan pesisir timur Surabaya dipenuhi tanaman mangrove. Tetapi pertumbuhannya tidak berlangsung dengan baik.

Sebab, lingkungan di sekitar hutan mangrove dipenuhi sampah rumahtangga yang dibuang ke sungai hingga bermuara ke laut yang kemudian terbawa arus kembali ke kawasan hutan mangrove.


Kemudian pada akhir 2011, PLN dengan program CSR nya memberikan bantuan. Karena sifatnya bantuan, maka dipikirkanlah bersama tokoh masyarakat setempat agar bantuan ini bisa dipergunakan jangka panjang. Dari sana muncul ide mendirikan Bank Sampah Bintang Mangrove Gununganyar Surabaya. [hid]

Komentar

x